RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Seorang pekerja bangunan tewas setelah tertimbun longsoran tembok penahan tanah (TPT) saat melakukan penggalian fondasi sebuah proyek rumah kos di Dusun Neglasari Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (10/7) sekira pukul 11.30 WIB.
Korban diketahui bernama Dodo (46), warga sekitar yang bekerja sebagai buruh bangunan. Selain korban meninggal, satu pekerja lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material runtuhan dan dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor untuk mendapatkan perawatan.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Tomas, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi ketika delapan pekerja, termasuk seorang mandor, tengah melakukan penggalian fondasi sedalam sekitar 50 sentimeter untuk pembangunan rumah kos.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat para pekerja sedang melakukan persiapan pengerjaan fondasi. Diduga getaran dari aktivitas penggalian menyebabkan fondasi gantung pada tembok penahan tanah di bagian atas roboh dan menimpa para pekerja yang berada di bawah,” ujar Rogers.
Menurutnya, dua pekerja sempat tertimbun material longsoran. Salah seorang pekerja bernama Ikun (60) berhasil menyelamatkan diri meski tetap terkena reruntuhan dan mengalami cedera pada bahu serta pelipis.
Sementara Dodo tidak sempat menghindar karena saat kejadian masih mengenakan atau memperbaiki tali sepatunya.
“Mandor sebenarnya sudah mengingatkan seluruh pekerja untuk segera keluar dari area galian karena dinilai berbahaya. Salah satu korban sempat keluar, sedangkan korban yang meninggal dunia masih memakai sepatu sehingga tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya.
Proses evakuasi korban berlangsung sekitar satu setengah jam. Petugas gabungan mengalami kesulitan karena korban tertimbun bongkahan cor beton dan batu alam berukuran besar. Rencana mendatangkan alat berat tidak dapat dilakukan lantaran akses menuju lokasi proyek terlalu sempit sehingga evakuasi dilakukan secara manual.
“Korban tertimbun patahan fondasi yang sangat berat. Karena alat berat tidak bisa masuk, petugas terpaksa memecah bongkahan beton secara manual untuk mengangkat material yang menimpa korban,” jelas Rogers.
Usai berhasil dievakuasi, korban meninggal dibawa ke Puskesmas Jatinangor, sedangkan korban luka dirujuk ke RS Unpad Jatinangor. Polisi juga langsung memasang garis polisi dan menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek untuk kepentingan penyelidikan.
Rogers mengimbau pemilik bangunan maupun para pekerja agar meningkatkan kewaspadaan selama proses pembangunan, mengingat kondisi tanah di lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan.
“Kami menghentikan sementara kegiatan proyek dengan memasang garis polisi. Kami juga mengimbau pemilik bangunan dan warga di sekitar lokasi agar berhati-hati karena masih dimungkinkan terjadi getaran maupun longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan,” ucapnya. (gun)





