RADARSUMEDANG.id, SUBANG – Hari ke empat operasi pencarian, keberadaan Karman (54), yang dilaporkan hilang saat memikat burung di kawasan Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026.
Korban ditemukan di kawasan hutan Blok Antang yang berada di wilayah Desa Tambakmekar, sekitar 7 KM dari Balai UPTD BPTSP Sapi Perah dan HPT Cikole Lembang Unit Pelayanan Bunihayu, Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB oleh warga yang merupakan keluarga korban yang ikut serta melakulan pencarian korban.
Menuru Rehan, titik penemuan jenazah korban berawal dari informasi warga yang mengaku mencium aroma bau menyengat di sekitar area pencarian.
Untuk memastikan, Rehan bersama timnya langsung mendatangi lokasi sesuai petunjuk sumber informasi.
“Betul saja sesuai informasi yang sampaikan Pak Haji Dayat, di area sekitar kandang ternak domba kami mencium bau bangkai. Setelah ditelusuri sumber baunya, ternyata berasal dari jasad korban. Saya bisa pastikan itu jasad Pak Karman, dari tas dan sepatu yang biasa dipakainya. Kami langsung lapor ke TIM SAR,” terang Rehan kepada Wartawan, Sabtu (11/7)
Evakuasi dilaksanakan sekitar pukul 13.40 WIB oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Basarnas, BPBD Subang, dan relawan dan warga.Proses evakusi jenazah berlangsung dramatis mengingat lokasi korban berada di belantara hutan
Kapolsek Jalancagak Kompol Dede mengungkapkan, kondisi jenazah saat ditemukan sudah menembar aroma bau busuk. Hal ini diperkirakan karena korban telah meninggal lebih dari tiga hari, kurang dari lima hari.
“Posisi jenazah berada di hutan belentara, sekitar 7 kilo meter dari tempat korban bekerja yakni di Balai UPTD BPTSP Sapi Perah dan HPT Cikole Lembang Unit Pelayanan Bunihayu, yang berada di Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak. Setelah itu jasad korban langsung di evakusi ke Puskesmas Jalancagak, ” terang Kompol Dede.
Setelah dilakukan pemerikasan oleh tim Inafis dan tenaga medis, Polisi memastikan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga dugaan sementara korban meninggal bukan akibat tindak pidana.
“Setelah Tim Inafis Polres Subang bersama tenaga medis melakukan pemeriksaan, ternnyata tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban dan keluarga korban telah menerima kepergian korban,” ujar Kompol Dede.
Sementara itu, Kasie Ops Basarnas Jabar, Adip menduga korban meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon yang dipanjatnya saat memikat burung.
“Karen korban ini punya kebiasaan memikat burung atau nangkap burung, diduga pada saat korban naik pohon lalu terjatuh. Karena sepatunya ada dibawah pohon dan HP nya satu masih ada di atas pohon, satu lagi ada di bawah. Posisi jasad korban juga tepat berada di bawah pohon, ” terang Adip saat ditemui di lokasi.
Sebelumnya, Karman dilaporkan hilang pada Rabu (8/7/2026) setelah diduga pergi memikat burung di kawasan Balai UPTD BPTSP Sapi Perah dan HPT Cikole Lembang Unit Pelayanan Bunihayu, Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak.
Korban diketahui bernama Karman, lahir di Banyumas pada 2 Februari 1972, berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan berdomisili di Kompleks Mekarsari, Kampung Cibedug, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. (Anr).





