RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, kawasan Pasar Kosambi, Kota Bandung, dipadati masyarakat yang berburu seragam dan perlengkapan sekolah. Lonjakan pembeli dalam dua pekan terakhir membuat penjualan pedagang meningkat sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa.
Suasana ramai terlihat di hampir seluruh toko seragam sekolah di Pasar Kosambi, Minggu (12/7/2026). Para orang tua bersama anak-anak memadati kios untuk membeli seragam baru sekaligus melengkapi berbagai kebutuhan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Salah seorang pedagang seragam sekolah di Pasar Kosambi, Agus Ao, mengatakan peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak dua pekan terakhir. Musim penerimaan peserta didik baru menjadi momentum yang paling dinantikan para pedagang perlengkapan sekolah.
“Alhamdulillah, dua minggu ke belakang ramai. Penjualan naik sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa. Walaupun sekarang ada toko online, tahun ini pembeli tetap banyak yang datang langsung ke toko,” ujar Agus saat ditemui di tokonya, Minggu (12/7/2026).
Menurut Agus, hampir seluruh jenis seragam sekolah mengalami peningkatan permintaan, mulai dari seragam SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, berbagai perlengkapan sekolah, atribut, tas, sepatu, dan kebutuhan penunjang belajar lainnya juga mengalami kenaikan penjualan.
Ia menilai keberadaan toko daring memang mengubah pola belanja masyarakat dibandingkan beberapa tahun lalu. Namun, banyak orang tua tetap memilih datang langsung agar dapat melihat kualitas bahan sekaligus memastikan ukuran seragam sesuai dengan tubuh anak.
“Rata-rata semua seragam laku. Pembeli sekarang lebih banyak yang ingin mencoba ukuran langsung supaya pas dipakai saat sekolah nanti,” katanya.
Di tengah ramainya aktivitas belanja, warga Kecamatan Batununggal, Siti Nurhayati, mengaku sengaja datang ke Pasar Kosambi untuk membeli seragam baru bagi anaknya yang akan masuk kelas VII SMP. Menurutnya, berbelanja langsung lebih memudahkan dalam menentukan ukuran dibandingkan membeli melalui toko daring.
“Kalau datang langsung lebih yakin. Anak bisa mencoba seragam, jadi tidak khawatir kebesaran atau kekecilan. Sekalian beli perlengkapan sekolah lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi Hartono, warga Kecamatan Kiaracondong, yang membeli seragam SD untuk putrinya yang akan naik ke kelas III. Ia menilai Pasar Kosambi masih menjadi tujuan utama karena pilihan seragam dan perlengkapan sekolah cukup lengkap dengan harga yang bervariasi.
Sementara itu, warga Kecamatan Antapani, Deni Saputra, membeli seragam SD sekaligus tas, kaus kaki, dan perlengkapan sekolah lainnya agar kebutuhan anaknya sudah lengkap sebelum hari pertama masuk sekolah. Ia memilih berbelanja pada akhir pekan karena memiliki waktu luang bersama keluarga.
Ramainya pembeli tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari sejumlah daerah di Bandung Raya. Mereka memanfaatkan akhir pekan untuk melengkapi kebutuhan sekolah sebelum aktivitas belajar kembali dimulai.
Agus mengatakan peningkatan jumlah pembeli terjadi hampir sepanjang hari. Sejak toko dibuka pada pagi hingga sore hari, arus pengunjung terus berdatangan sehingga suasana belanja jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
Meski persaingan dengan perdagangan daring semakin ketat, Agus bersyukur penjualan tahun ini tetap menunjukkan tren positif. Ia berharap lonjakan pembeli masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan karena masih banyak orang tua yang belum melengkapi kebutuhan sekolah anak.
“Momentum tahun ajaran baru selalu menjadi berkah bagi pedagang seragam dan perlengkapan sekolah. Kami berharap kondisi ini terus berlanjut sampai seluruh kebutuhan sekolah masyarakat terpenuhi,” pungkasnya. (dsn)






