200 Warga Terdampak Kekeringan, BPBD Sumedang Distribusikan Air Bersih

oleh
BANTUAN : Petugas BPBD dan PMI Sumedang menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Dusun Cikaramas Desa Serang, Cimalaka, Selasa (14/7). Dampak kemarau, sekira 200 jiwa warga alami krisis air bersih.

RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Sebanyak 98 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa di Dusun Cikaramas RT 01 RW 05, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter, Selasa (14/7).

Distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap berkurangnya pasokan air yang biasa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sembari menunggu kondisi sumber air kembali normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada 98 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di Dusun Cikaramas. BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan apabila masih dibutuhkan,” ujar Bambang.

Lebih jauhnya, Bambang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Menurutnya, penghematan air menjadi langkah penting agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan lebih lama.

“Kami mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari pemborosan sehingga pasokan yang tersedia dapat mencukupi kebutuhan warga,” katanya.

BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sebagai upaya mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih di daerah lain. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.