Siswa MA Plus Al Munir Dibekali Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual, Bahaya Narkoba dan LGBT

oleh
Seluruh siswa MA Plus Al Munir Sumedang mengikuti sosialisasi mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan dari DPPKBP3A Kabupaten Sumedang (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kegiatan hari terakhir Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Ajaran 2026/2027 di MA Plus Al Munir Sumedang, Rabu (15/7/2026), diisi dengan berbagai materi edukatif yang bertujuan membentuk karakter sekaligus meningkatkan kesadaran hukum dan kemampuan peserta didik dalam melindungi diri dari berbagai ancaman yang dihadapi remaja.

Pada sesi tersebut, petugas Bhabinkamtibmas Polsek Sumedang Selatan menyampaikan materi mengenai pencegahan pelecehan seksual serta bahaya merokok dan narkoba beserta langkah-langkah pencegahannya. Sementara itu, petugas dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang memberikan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta ancaman penyimpangan sosial (LGBT).

Kepala MA Plus Al Munir Sumedang, H. Budiman, S.Pd., M.M., mengatakan materi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Matamuda karena selaras dengan tema besar kegiatan tahun ini, yaitu “Madrasah Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.”

“Pembekalan ini sangat penting bagi peserta didik baru agar memiliki kesadaran hukum, karakter yang kuat, serta kemampuan menjaga diri dari berbagai bentuk ancaman di lingkungan sekitar maupun di dunia digital. Kami ingin menciptakan lingkungan madrasah yang benar-benar aman dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal,” ujar H Budiman.

Dalam materi pencegahan pelecehan seksual, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali batasan tubuh, memahami bentuk-bentuk tindakan yang tidak pantas, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan apabila mengalami maupun mengetahui adanya dugaan pelecehan seksual.

Selain itu, narasumber juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi di media digital, menghindari praktik cyberbullying, berhati-hati dalam menggunakan media sosial, serta segera melaporkan tindakan mencurigakan kepada guru maupun pihak yang berwenang.

Materi berikutnya membahas bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba. Peserta dikenalkan pada dampak buruk zat adiktif terhadap kesehatan fisik dan mental, masa depan pendidikan, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan narkotika.

Sebagai implementasi program ASRI dan ekoteologi di lingkungan madrasah, para peserta Matamuda selain gotong royong kerja bakti juga melakukan penanaman bibit tanaman holtikultura di sekitar madrasah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keasrian lingkungan (For Radar Sumedang)

Sebagai langkah pencegahan, siswa diajak membangun keberanian untuk menolak ajakan teman sebaya, mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti organisasi dan ekstrakurikuler, serta memperkuat komunikasi dengan keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.

Sementara itu, petugas DPPKBP3A Kabupaten Sumedang memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, mulai dari kekerasan fisik, psikis, emosional hingga penelantaran. Para siswa juga dikenalkan dengan layanan pelaporan dan pendampingan bagi korban maupun saksi agar memperoleh perlindungan hukum serta pemulihan yang diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, peserta Matamuda juga memperoleh penguatan nilai-nilai agama dan sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter. Materi menekankan pentingnya menjaga fitrah manusia sesuai ajaran agama, membangun akhlak mulia, memperkuat ibadah, serta membiasakan diri memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif.

Selain itu, siswa diingatkan agar bijak menyaring informasi di media sosial, tidak mudah terpengaruh oleh berbagai konten yang bertentangan dengan nilai agama maupun norma sosial, serta memanfaatkan masa remaja untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang positif.

Budiman berharap seluruh rangkaian materi yang diberikan selama Matamuda mampu menjadi bekal awal bagi peserta didik baru dalam menjalani kehidupan di madrasah maupun di tengah masyarakat.

“Dengan bekal pengetahuan, karakter, dan kesadaran yang baik, kami berharap para siswa mampu menjaga diri, menghormati sesama, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan mampu menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkasnya.(rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.