Saung Tempat Mengakhiri Hidup Ijo Akhirnya Dirobohkan dan Dibakar

oleh
Saung tempat gantung diri Ijo dirobohkan lalu dibakar oleh warga atas seizin pemiliknya (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Warga Dusun Dangdeur RW 04, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan digegerkan dengan ditemukannya seorang pria berinisial Ijo (56) dalam keadaan meninggal dunia di sebuah saung yang berada di kawasan lapang voli Dangdeur, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban ditemukan warga sudah tidak bernyawa di bangunan saung yang biasa digunakan masyarakat untuk berteduh saat menyaksikan pertandingan bola voli.

Ketua RW 04 Desa Baginda, Arif Solihin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat dihubungi melalui telepon seluler, Arif mengaku masih dalam perjalanan dari Majalengka menuju Sumedang sehingga belum memperoleh informasi lengkap mengenai kronologi kejadian.

“Benar, Pak Ijo ditemukan sudah meninggal,” ujar Arif.

Menurut Arif, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, korban diduga selama ini menderita penyakit paru-paru kronis yang telah lama diderita.

“Kurang tahu pasti penyebabnya. Warga hanya menduga-duga saja, ada kemungkinan karena yang bersangkutan mengalami sakit kronis yang sudah lama diderita,” ungkapnya.

Belakangan diketahui, korban menggunakan seutas tambang kecil yang biasa dimanfaatkan sebagai tali gorden rumah untuk mengakhiri hidupnya.

Salah seorang warga, Yaya Supriyadi, mengaku sempat bertemu dengan korban sekitar pukul 09.00 pada hari yang sama. Saat itu, Yaya baru pulang mengantar anak sekolah dan berpapasan dengan korban.

“Saya sempat bertemu sekitar jam sembilan pagi. Waktu itu dia seperti biasa saja,” katanya.

Menurut Yaya, dalam kesehariannya korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan lebih banyak menyendiri sejak menjadi duda. Kondisi fisiknya pun tampak semakin kurus karena telah lama menderita sakit paru-paru.

“Beliau memang sudah lama sakit paru-paru. Badannya juga semakin kurus. Memang sehari-hari lebih banyak menyendiri atau murung,” ujarnya.

Yaya menuturkan, beberapa waktu terakhir kondisi psikologis korban juga sempat menurun. Menurut pengakuan keluarga, korban pernah menunjukkan keinginan untuk mengakhiri hidup sehingga anggota keluarga dan warga berupaya menjauhkan benda-benda yang dikhawatirkan dapat digunakan untuk melukai diri.

Sementara itu, warga lainnya, Lusi (35), mengatakan saung tempat ditemukannya korban akhirnya dibongkar lalu dihancurkan dengan cara dibakar sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa saat setelah proses pemakaman selesai.

Menurut Lusi, pembongkaran dilakukan atas kehendak pemilik saung dan telah disepakati bersama oleh warga.

“Pemilik saung yang menghendaki untuk dibakar dan warga juga menyepakatinya. Pembakaran dilakukan sore hari setelah korban dimakamkan,” ujar Lusi yang sering menjadikan saung itu tempat live TikTok-nya.(rik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.