Wayang Jadi Media Dakwah di Pengajian Kamisan Tanjungsari

oleh
Penceramah Uyut Hajuang berem berdakwah yang dipadukan dengan pertunjukan wayang saat pengajian Kamisan di Pendopo Saung Hanjuang Beureum, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kamis (23/7).

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Pengajian rutin Kamisan di Pendopo Saung Hanjuang Beureum, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Kamis sore (23/7), berlangsung berbeda.

Dakwah dipadukan dengan pertunjukan wayang sebagai media penyampaian pesan keagamaan sekaligus ajakan melestarikan seni budaya Sunda.

Dalang Adi asal Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, tampil sepanggung bersama Uyut Hanjuang Beureum. Perpaduan tausiah dan pagelaran budaya itu menyedot perhatian jamaah, terutama kalangan ibu-ibu, yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Dalam tausiahnya, Uyut Hanjuang Beureum mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama kehidupan. Menurutnya, keimanan dan akhlak harus tetap menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan.

“Ketika hidup di dunia, yang sering kita pikirkan adalah uang. Namun jangan sampai kita terjebak pada keinginan itu hingga melupakan akidah dan akhlak. Perkuat akidah supaya kehidupan kita benar-benar lurus dan perilaku yang baik akan menghasilkan buah yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dalang Adi menilai kemajuan bangsa tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik. Seni budaya dan nilai-nilai agama, kata dia, harus berjalan beriringan sebagai kekuatan membangun karakter masyarakat.

“Jangan sampai kita hidup bernegara tetapi melupakan seni dan budaya. Negara akan maju jika memperhatikan seni budaya dan agama secara bersamaan,” katanya.

Ia mengaku prihatin karena masyarakat mulai menjauh dari warisan budaya sendiri. Menurutnya, generasi muda maupun orang tua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghidupkan kembali kesenian dan tradisi agar tetap lestari.

“Kita seolah sedang tertidur dan melupakan seni budaya sendiri. Padahal nilai-nilai budaya harus terus disemarakkan agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.

Pengajian Kamisan di Saung Hanjuang Beureum selama ini menjadi agenda rutin pembinaan keagamaan masyarakat.

Kehadiran pertunjukan wayang diharapkan menjadi sarana dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, sehingga nilai-nilai agama dan kearifan budaya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (tha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.