Wabup Fajar: Pensiunan Bukan Akhir Pengabdian, PWRI Aset Berharga Pembangunan Sumedang

oleh

RADARSUMEDANG.id — Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menegaskan masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian kepada masyarakat, melainkan aset berharga dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumedang di Villa Brigjen (Purn.) Udin Supidin, Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka, Minggu (26/7/2026).

“Lansia bukan objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan. Mereka tetap bisa belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, serta terus berkontribusi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Wabup juga mengaku dirinya masih terus belajar dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati. ia berharap para sesepuh dan purnatugas terus memberikan nasihat, kritik, dan masukan demi kemajuan Sumedang.

“Saya merasa bangga bisa berada di tengah para pelaku sejarah pembangunan Sumedang. Apa yang saya dan Pak Bupati Dony Ahmad Munir lakukan hari ini merupakan estafet dari pengabdian Bapak dan Ibu semua,” tuturnya.

Ia meyakini pembangunan daerah akan semakin kuat apabila semangat generasi muda dipadukan dengan pengalaman para senior.

“Energi kami mungkin lebih besar, tetapi pengalaman Bapak dan Ibu jauh lebih kaya. Ketika keduanya berjalan beriringan, insyaallah Sumedang akan semakin maju,” katanya.

Fajar mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga besar PWRI serta mengapresiasi kontribusi organisasi yang selama ini terus menjadi mitra strategis pemerintah.

“Selamat Hari Ulang Tahun PWRI ke-64. Semoga PWRI semakin solid, semakin sehat organisasinya, semakin guyub anggotanya, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kabupaten Sumedang,” ujar Wabup.

Ia juga mengapresiasi slogan PWRI, “Purnatugas Yes, Purnabakti No”, yang dinilai mencerminkan semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengucapkan terima kasih atas berbagai program yang telah dijalankan PWRI Kabupaten Sumedang.

“Diantaranya pendirian Sekolah Lansia Lingga, pengajian bulanan bekerja sama dengan Baznas, olahraga lansia, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas yang mendorong para lansia tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bahagia,”imbuh Fajar.

Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Sumedang H. Zaenal Alimin mengatakan, peringatan HUT ke-64 menjadi bentuk pengakuan atas eksistensi dan keberadaan PWRI sebagai organisasi yang terus berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Menurutnya, PWRI merupakan organisasi yang mewadahi para pensiunan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, maupun BUMD.

“PWRI adalah organisasi para pensiunan. Siapa saja yang telah purna tugas sebagai ASN, BUMN maupun BUMD merupakan bagian dari keluarga besar PWRI,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan, tema HUT PWRI tahun ini, “Pensiunan adalah Aset Berharga Pembangunan”, menegaskan bahwa para pensiunan tetap memiliki peran penting dan nilai strategis bagi pembangunan daerah.

“Dengan mengusung tema ini, kami terus mendorong terbentuknya unit-unit PWRI, termasuk di rumah sakit, sehingga semakin banyak pensiunan yang dapat berhimpun dan tetap berkontribusi melalui organisasi PWRI,” pungkasnya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.