DLHK Sumedang Janji Tingkatkan Intensitas Penyiraman Tanaman di Musim Kemarau

oleh
Sejumlah tanaman juga pohon yang menghiasi jalan baru menuju kawasan Sport Centre Tadjimalela, Kelurahan Kota Kulon, Sumedang Selatan.(Panji/Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memastikan telah meningkatkan intensitas penyiraman tanaman dan ruang terbuka hijau sebagai langkah menghadapi musim kemarau ekstrim atau El Nino yang berkepanjangan akibat perubahan iklim.

Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, mengatakan keberadaan taman kota, pepohonan, dan tutupan lahan merupakan aset kehidupan yang harus dijaga karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

“Pepohonan menghasilkan oksigen, menyerap karbon dan gas metana, serta membantu menjaga ketersediaan air. Karena itu, aset lingkungan ini harus kita rawat sebaik-baiknya,” kata Wasman kepada sejumlah awak media di kerjanya, baru-baru ini.

Wasman menjelaskan, cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat terik menyebabkan tanaman membutuhkan perawatan lebih intensif.

Untuk itu, DLHK berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah yang memiliki armada tangki air, seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), guna mempercepat penyiraman.

“Kalau sebelumnya penyiraman dilakukan dua hari sekali, sekarang menjadi setiap hari. Bahkan dalam beberapa hari terakhir dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, menyesuaikan kondisi cuaca,” ujarnya.

Adapun kata Wasman, apabila cuaca semakin panas, intensitas penyiraman tidak menutup kemungkinan akan kembali ditingkatkan agar tanaman tetap tumbuh sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Maman juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif memberikan masukan terkait kondisi tanaman dan lingkungan di Kabupaten Sumedang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat. Masukan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dalam menjaga lingkungan,” tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya.membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun pengaduan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang, apabila menemukan tanaman yang membutuhkan penanganan atau persoalan lingkungan lainnya.

“Sebetulnya pemeliharaan tanaman di perkotaan maupun ruang publik menjadi tanggung jawab kami sehingga kami juga terus memperkuat pengelolaan sampah agar kebersihan Kota Sumedang dan wilayah lainnya tetap terjaga,” ucap Wasman.

Maman mengingatkan bahwa mulai 1 Agustus, sesuai ketentuan pemerintah pusat, sampah yang belum dipilah tidak lagi diperbolehkan masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cibeureum. Karena itu, pemilahan sampah harus dimulai dari sumbernya, baik rumah tangga, hotel, restoran, kafe, maupun tempat usaha lainnya.

“Kunci keberhasilan pengelolaan sampah ada di sumbernya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah agar pengelolaan sampah di Sumedang semakin baik,” terang Wasman.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api di lokasi yang rawan kebakaran, seperti kawasan terbuka dan sekitar tempat pengelolaan sampah.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh masyarakat. Kami siap menerima kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi demi mewujudkan Sumedang yang bersih, hijau, dan lestari,” pungkasnya. (jim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.