MA Plus Al Munir dan MAS Darussalam Ikuti Pendampingan Pengawas Kemenag, Perkuat Digitalisasi Administrasi Madrasah

oleh
Pengawas Madrasah Kemenag Sumedang Drs Adang, MPd.I (tengah) didampingi para kepala madrasah bersama para guru kedua MA usai pendampingan (For Radar Sumedang)

RADARSUMEDANG.id – MA Plus Al Munir Sumedang bersama MAS Darussalam Sumedang mengikuti kegiatan rutin pendampingan dan pembimbingan dari Pengawas Madrasah Aliyah Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Drs. Adang, M.Pd.I., di Kampus MAS Darussalam Sumedang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan agenda pembinaan rutin yang dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan madrasah memasuki Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Pada kesempatan itu, pengawas juga melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pendidikan berbasis digital melalui platform Microsite (S.Id).

Kepala MA Plus Al Munir Sumedang, H. Budiman, S.Pd., M.M., mengatakan pendampingan tersebut menjadi momentum penting bagi guru untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan administrasi madrasah.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama microsite, agar lebih efektif dalam mengelola data serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami berharap seluruh guru semakin siap menghadapi tuntutan transformasi digital di dunia pendidikan,” ujar Budiman.

Menurutnya, digitalisasi administrasi tidak hanya mempermudah pekerjaan guru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik melalui sistem yang lebih tertata, efektif, dan mudah diakses.

Sementara itu, Pengawas Madrasah Aliyah Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Drs. Adang, M.Pd.I., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui microsite merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di era Pendidikan 4.0.

Ia menuturkan, guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi agar pelayanan pendidikan semakin berkualitas.

“Microsite membantu guru lebih tertib administrasi, efisien dalam berbagi dokumen, dan memudahkan supervisi dari pengawas madrasah,” kata Adang.

Dalam pendampingan tersebut, pengawas tidak bosan bosannya mengingatkan kembali para guru agar melakukan integrasi berbagai perangkat administrasi pembelajaran ke dalam microsite. Beragam dokumen yang dapat dikelola secara digital di antaranya Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), rubrik penilaian, perangkat asesmen, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), absensi, LKH, LKB, hingga berbagai tugas tambahan guru.

Workshop kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan para guru untuk berkonsultasi mengenai kendala teknis maupun strategi optimal dalam penerapan microsite di lingkungan madrasah.

H Budiman berharap, melalui pendampingan tersebut, para guru dapat segera mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar sekaligus mendukung percepatan digitalisasi madrasah di Kabupaten Sumedang.

“Melalui pembinaan seperti ini, kami optimistis kualitas layanan pendidikan di madrasah akan semakin baik karena didukung administrasi yang lebih modern, efektif, dan akuntabel,” pungkasnya.(rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.