RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang melakukan penebaran benih ikan tawes dan nila di Bendungan Jatigede serta Bendungan Cipanas sebagai upaya restocking untuk meningkatkan populasi ikan di perairan umum sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Bidang Perikanan Diskanak dengan melibatkan berbagai pihak. Untuk Bendungan Jatigede, penebaran benih dilakukan bersama UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Situraja serta Penyuluh Perikanan wilayah Cisitu.
Sementara di Bendungan Cipanas, kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Conggeang beserta Penyuluh Perikanan wilayah Conggeang.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Asep Aan Dahlan, mengatakan restocking merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Kegiatan restocking ini bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan di perairan umum, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung keberlanjutan sumber daya ikan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha perikanan,” ujar Asep, Selasa (28/7).
Menurutnya, penebaran benih ikan juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan di perairan umum. Kolaborasi dengan UPTD dan penyuluh perikanan diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian secara berkelanjutan.
“Kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Diharapkan upaya pelestarian sumber daya perikanan dapat terus berjalan secara berkelanjutan demi terwujudnya perairan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap populasi ikan di Bendungan Jatigede dan Bendungan Cipanas terus meningkat sehingga mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan dan keberlangsungan usaha perikanan di daerah. (gun)





