RADARSUMEDANG.id — Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila membuka kegiatan Gebyar Legalitas dan Pelatihan Keamanan Pangan UMKM Kabupaten Sumedang Kolaborasi Forum UMKM Dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilaksanakan di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Forum UMKM Kabupaten Sumedang dan turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia beserta jajaran serta tamu undangan lainnya.
Fajar menyampaikan apresiasi kepada Forum UMKM Kabupaten Sumedang menurutnya kolaborasi yang terbangun menunjukan bahwa membangun UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari komunitas, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga pasar modal.
“Ditengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh rasa, harga atau kemasan yang menarik, tetapi juga atas legalitas usaha, keamanan pangan, standar mutu dan kepercayaan konsumen,” ucapnya.
Karena itu Fajar menyambut baik penyelenggaraan kegiatan yang diikuti oleh 100 pelaku UMKM tersebut, karena akan menjadikannya sebagai pelaksanaan pelatihan PKP-PIRT dengan jumlah peserta terbesar yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Sumedang.
“Lebih membanggakan lagi, para peserta tidak hanya memperoleh pelatihan keamanan pangan sebagai syarat penerbitan PIRT, tetapi juga mendapatkan dukungan hingga pelaksanaan uji nutrisi dengan standar internasional. Hal ini merupakan langkah maju yang akan meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM Sumedang,” uajrnya.

Fajar menyebutkan berdasarkan basis data tunggal koperasi dan UMKM, hingga 31 Desember 2025 terdapat 149.594 unit usaha di Kabupaten Sumedang, terdiri dari 149.482 usaha mikro, 79 usaha kecil, dan 33 usaha menengah. Besarnya potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang harus terus didorong agar berkembang dan naik kelas.
“Pemda Sumedabg berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai kebijakan strategis, antara lain penyediaan sarana dan prasarana usaha, pelatihan literasi digital, digital marketing, pemanfaatan AI dan lain sebagainya.
Upaya tersebut mulai menunjukan hasil yang menggembirakan. Kualitas produk UMKM terus meningkat, legalitas usaha semakin tertib bahkan sejumlah produk UMKM Sumedang telah berhasil menembus pasar ekspor,” tuturnya.
Fajar juga menilai kehadiran Bursa Efek Indonesia dalam kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat strategis.
“Kami harap kerja sama ini tidak berhenti pada penyelenggaraan pelatihan, tetapi dapat terus berkembang dalam bentuk peningkatan literasi keuangan, penguatan tata kelola usaha, pembukuan akses pembiayaan, hingga pendampingan bagi UMKM yang memiliki potensi untuk terus bertumbuh dan menjadi usaha yang profesional serta berkelanjutan,” pungkasnya.(cwp)





