RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Satuan Brimob Polda Jawa Barat bersama Bobotoh Persib Bandung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di tiga wilayah Kabupaten Sumedang, Jumat (31/7).
Kegiatan tersebut menjadi pilot project Satbrimob Polda Jabar dalam menghadapi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Tiga lokasi yang menerima bantuan yakni Dusun Citerep RW 09 Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Dusun Cigembong RT 03 RW 06 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, serta Dusun Lebak Awi RW 03 dan RW 09 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung.
Di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, bantuan air bersih disalurkan kepada sekitar 738 jiwa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau. Distribusi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum dan keperluan memasak.
Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes Pol Zuhdi Batubara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi program Kapolda Jawa Barat yang mengusung semangat Jaga dan Rawat Jawa Barat. Menurutnya, Brimob harus mampu hadir dan beradaptasi dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Brimob harus adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, kami harus hadir memberikan bantuan,” ujarnya.
Zuhdi menegaskan penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Satbrimob menggandeng Bobotoh Persib untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami bersyukur Bobotoh Persib bersama Brimob bisa bersatu, bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan di Sumedang menjadi proyek percontohan yang selanjutnya akan diterapkan di seluruh kompi Brimob di Jawa Barat. Sumedang dipilih sebagai lokasi awal karena memiliki basis pendukung Persib yang besar sekaligus menjadi wilayah keberadaan satuan Brimob.
Selain penyaluran air bersih, Brimob juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi dampak lain musim kemarau, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan. Menurut Zuhdi, jajaran Brimob akan selalu siap berada di garis depan melalui Operasi Aman Nusa II apabila masyarakat membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Manajer Persib Bandung H. Umuh Muchtar menyatakan siap mendukung penyaluran air bersih apabila kondisi darurat masih berlanjut. Bahkan, ia meminta masyarakat segera melaporkan jika terdapat wilayah lain di Sumedang yang membutuhkan bantuan.
“Kalau ada keadaan darurat lagi, silakan beri tahu kami. Kita koordinasikan kembali dan langsung bergerak menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Umuh mengatakan, untuk sementara bantuan diprioritaskan bagi masyarakat Sumedang. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah air bersih untuk memasak dan minum, sementara kebutuhan lain seperti mencuci bukan menjadi prioritas warga.
“Masyarakat sangat membutuhkan air untuk memasak dan minum. Sepuluh tangki yang disalurkan hari ini pun belum mencukupi karena masih banyak daerah yang mengajukan permohonan bantuan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi Brimob dan Bobotoh Persib dapat terus berlanjut sehingga mampu meringankan beban masyarakat selama musim kemarau. “Ini merupakan kehormatan bagi kami. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (tha)






