PSSI Askab Sumedang Buka Suara Soal Polemik Piala Soeratin 2026

oleh
PERTEMUAN : PSSI Askab Sumedang menggelar pertemuan bersama panitia dan perwakilan finalis Piala Soeratin 2026, Jumat (31/7). PSSI Askab Sumedang meminta maaf atas kekisruhan yang sempat terjadi, dan memastikan para juara mendapatkan apresiasi.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – PSSI Askab Sumedang akhirnya angkat bicara terkait polemik penyelenggaraan Piala Soeratin 2026 tingkat Kabupaten Sumedang yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kisruh mencuat setelah beredar video yang menyebut juara maupun runner-up tidak menerima trofi, piagam, maupun uang pembinaan.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Ketua PSSI Askab Sumedang, Taufik Risnandar, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas ketidaknyamanan selama pelaksanaan kompetisi.

“Kami dari pihak PSSI Kabupaten Sumedang, baik secara pribadi maupun secara lembaga, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelatih, orang tua, sekolah sepak bola, klub, dan seluruh masyarakat Sumedang atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam penyelenggaraan Piala Soeratin,” ujar Taufik saat memberikan klarifikasi di Sekretariat PSSI Askab Sumedang, Jumat (31/7) sore.

Menurut Taufik, polemik tersebut berawal dari miskomunikasi antara panitia penyelenggara, asosiasi, sekolah sepak bola (SSB), klub, hingga orang tua pemain mengenai bentuk apresiasi bagi para juara.

“Kami akui terjadi miskomunikasi. Informasi yang seharusnya tersampaikan dengan sama kepada seluruh peserta ternyata dipahami berbeda, sehingga muncul anggapan bahwa Piala Soeratin di Sumedang tidak menyediakan trofi maupun penghargaan,” katanya.

Taufik menjelaskan, bentuk penghargaan yang diberikan kepada para juara bukan berupa uang pembinaan, melainkan bantuan penuh biaya pendaftaran untuk mengikuti putaran tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Untuk juara, kami memberikan apresiasi berupa pembiayaan pendaftaran ke tingkat provinsi yang seluruhnya ditanggung PSSI Kabupaten Sumedang. Nilainya Rp3,5 juta untuk kelompok usia 13 tahun, Rp4 juta untuk usia 15 tahun, dan Rp4,5 juta untuk usia 17 tahun. Itu merupakan bentuk dukungan kami agar para juara bisa melanjutkan perjuangan di tingkat Jawa Barat,” imbuhnya.

Selain itu, para pemain juga tetap memperoleh piagam penghargaan. Namun, piagam tersebut diberikan dalam bentuk sertifikat elektronik (e-sertifikat) yang dikirim secara daring kepada masing-masing admin SSB atau klub untuk kemudian dicetak sesuai kebutuhan.

“Beberapa kompetisi terakhir memang kami sudah menggunakan e-sertifikat, sehingga tidak lagi dicetak secara fisik. Sertifikat akan dikirim secara online kepada admin klub atau SSB berdasarkan data pemain yang terdaftar di database PSSI,” ungkap Taufik.

Ke depan, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi agar penyampaian informasi kepada seluruh peserta lebih jelas dan tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman.

“Insya Allah bentuk apresiasi lainnya akan terus kami perjuangkan. Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada para juara. Semoga saat berlaga di tingkat Jawa Barat nanti dapat meraih prestasi yang lebih baik dan mengharumkan nama Kabupaten Sumedang,” ucapnya. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.