RADARSUMEDANG.id, SITURAJA– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong warga Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, mengembangkan potensi perikanan lokal menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui workshop pembuatan bakso ikan yang digelar di Gor Jaya Laksana, Balai Desa Cijeler, Jumat (31/7/2026). Kegiatan diikuti warga dari tiga dusun di Desa Cijeler bersama ibu-ibu PKK.
Penanggung Jawab Program Kerja (Proker) Basokan, Siti, mengatakan workshop tersebut tidak sekadar mengajarkan keterampilan mengolah ikan. Kegiatan juga diarahkan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha dari potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Tujuan kegiatan ini untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menjual hasil perikanan dalam bentuk mentah, tetapi bisa mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama dan memiliki nilai tambah,” kata Siti.
Menurut dia, Desa Cijeler memiliki potensi cukup besar untuk mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan. Namun, minat berwirausaha masyarakat masih perlu terus didorong. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan pengetahuan mengenai peluang usaha dan teknik diversifikasi produk perikanan.
“Potensi ekonominya sebenarnya cukup besar. Desa Cijeler juga memiliki akses yang cukup baik ke pusat perdagangan dan jalur distribusi. Karena itu, kami ingin memberikan gambaran bahwa hasil perikanan lokal bisa dikembangkan menjadi produk usaha,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai konsep diversifikasi produk perikanan, higiene dan sanitasi, serta peluang usaha bakso ikan.
Mahasiswa KKN-T IPB kemudian memberikan demonstrasi pembuatan bakso ikan, mulai dari pengenalan bahan hingga proses pembentukan adonan menjadi bakso. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan, terutama ketika proses pembuatan bakso ikan berlangsung. Suasana workshop pun berlangsung akrab karena warga dan mahasiswa saling berbagi pengalaman mengenai pengolahan hasil perikanan.
Siti berharap keterampilan yang diperoleh warga tidak berhenti setelah workshop selesai. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah dan dikembangkan menjadi usaha skala rumah tangga.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keterampilan yang sudah diperoleh bisa dipraktikkan di rumah, kemudian dikembangkan menjadi usaha kecil yang dapat menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Dia menambahkan, bakso ikan ke depan bukan tidak mungkin dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan Desa Cijeler. Pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap jual dinilai dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Antusiasme warga menjadi tanda positif bahwa minat berwirausaha mulai tumbuh. Kami berharap ini menjadi langkah awal lahirnya usaha-usaha kecil berbasis olahan perikanan di Desa Cijeler,” pungkasnya.(*/rik)





