Paguyuban Paku Suci Melanjutkan Padepokan Nurmala, Satukan Seniman Tasikmalaya dan Sumedang

oleh
oleh
FOR RADARSUMEDANG.ID ACARA: Kegiatan di Paguyuban Paku Suci berlokasi Kampung Sindangharja, Desa Sukaresik, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya

RADARSUMEDANG.ID – Paguyuban Paku Suci berlokasi di Kampung Sindangharja, Desa Sukaresik, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya berperan melanjutkan kegiatan Padepokan Nurmala yang dulu pernah ada di Kecamatan Situraja dan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Paguyuban dimaksud sebuah komunitas atau wadah penggiat budaya Sunda yang aktif menjaga silaturahmi serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, tradisi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Tatar Sunda.

 

Pimpinan Paguyuban Paku Suci, Jaka Kinayungan menuturkan, fokus utamanya penggiat dan pelestari budaya Kasundaan. Sedangkan aktivitas silturahmi antarsesama, kegiatan sosial, serta keterikatan dengan tradisi leluhur lokal.

 

 

“Musisi orang Sumedang melebarkan kegiatan budaya Sunda ke wilayah Tasikmalaya. Karena Nurmala milik urang Sumedang secara adat, karena Gunung Nurmala ada di wilayah Darmaraja. Maka saya merasa Nurmala milik orang Sumedang,” ucap Kang Jaka, panggilan akrab Jaka Kinayungan.

 

Paguyuban Paku Suci sudah berdiri sekitar dua tahun lalu. “Padahal sebenarnya Tasik itu Sumedang. Karena kan Sumedang Puseur Padjadjaran. Karena Sumedang Larang adalah pewaris Padjadjaran, maka dulu jaman Sumedang berkuasa Tasik adalah wilyah Sumedang,” jelasnya.

 

Kang Jaka melanjutkan, kecintaan seni tradisi budaya Sunda, menjadikannya membuat paguyuban dengan nama Paguyuban Paku Suci. “Harapan saya dengan adanya paguyuban bisa menyatukan seniman Tasik dan Sumedang. Salah satunya, setiap ada acara di paguyuban selalu seniman Tasik dan Sumedang saya kolaborasikan untuk tampil di acara Paguyuban Paku Suci,” tutupnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.