RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat, Kabupaten Sumedang, kini memiliki sumber air bersih baru setelah proses pengeboran sumur bor di lingkungan pesantren berhasil diselesaikan.
Debit air yang melimpah dan berkualitas diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ribuan santri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pimpinan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, M.A., menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan sarana air bersih tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pengeboran merupakan anugerah Allah SWT yang dihadirkan melalui khidmah salah seorang jemaah, yang mengerahkan kemampuan teknisnya demi kemaslahatan umat.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Kami mendapatkan anugerah dari Allah melalui wasilah salah satu jemaah yang ikut berkhidmah. Pengeboran tanah telah selesai dan alhamdulillah menghasilkan air yang sangat bagus serta melimpah untuk kepentingan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat Sumedang dan tentunya bagi kepentingan umat,” ujar Abuya.
Air dari sumur bor tersebut diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bersuci, mandi, dan konsumsi harian para santri, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai layanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.
Sebagai bentuk rasa syukur, Abuya memimpin prosesi tabarruk dengan mencampurkan air yang memiliki nilai spiritual ke dalam aliran utama sumur bor. Prosesi tersebut menjadi simbol doa agar air yang mengalir membawa keberkahan, kesehatan, ketenangan, dan kemanfaatan bagi siapa saja yang menggunakannya.
Air yang dicampurkan dalam prosesi itu berasal dari beberapa sumber yang diyakini memiliki nilai spiritual, di antaranya air Zamzam dari Makkah, air rendaman rambut Rasulullah SAW, air dari sumur-sumur bersejarah peninggalan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah, serta air sumur peninggalan Al-Imam Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, penyusun kitab Maulid Simtuddurar.
Abuya berharap setiap tetes air yang dimanfaatkan untuk minum, mandi, maupun bersuci dapat menjadi wasilah kebaikan bagi para jemaah.
“InsyaAllah air ini dicampurkan dengan keberkahan dari Rasulullah SAW dan para kekasih Allah. Semoga siapa pun yang minum, mandi, atau tersentuh oleh air ini mendapatkan keberkahan melimpah serta doa-doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Niatkanlah ketika mengambil air dari Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat bahwa airnya telah dicampuri dengan air rendaman rambut Rasulullah SAW, air sumur peninggalan Nabi di Madinah, serta air sumur para wali Allah. Mudah-mudahan semuanya mendapatkan keberkahan,” tuturnya.
Keberhasilan pembangunan sumur bor tersebut menjadi wujud sinergi antara semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan nilai-nilai spiritual yang terus dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat.
“Kehadiran fasilitas air bersih ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi santri maupun masyarakat luas,” tandasnya. (tha)






