Camat Tanjungsari Dorong Kebersihan Jadi Budaya, PBB dan Data Perlinsos Dikebut

oleh
Suasana rapat Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanjungsari menggelar Rapat Kerja di Aula Rapat Kecamatan Tanjungsari, Selasa (11/8/2026).

RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanjungsari menggelar Rapat Kerja di Aula Rapat Kecamatan Tanjungsari, Selasa (11/8).

Dalam rapat tersebut, Camat Tanjungsari Agus Beni Triyadie mengajak seluruh masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya dan kebiasaan sehari-hari.

“Kegiatan kebersihan, termasuk perlombaan antar-RW dalam momentum HUT Kemerdekaan RI, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan,” ujarnya.

Menurut Agus, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap lingkungan dan masyarakat. Karena itu, budaya bersih harus terus dipelihara meski rangkaian peringatan HUT RI telah selesai.

“Momentum peringatan HUT RI tidak hanya mengedepankan kemeriahan, tetapi juga mengaktualisasikan rasa syukur atas kemerdekaan melalui kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Agus.

Agus juga menyoroti dua persoalan strategis yang perlu segera ditangani, yakni kemiskinan ekstrem dan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Untuk penanganan kemiskinan ekstrem, petugas pendamping sosial telah melakukan verifikasi data Regsosek/DTSN. Dari sebelumnya tercatat 141 kepala keluarga (KK), hasil verifikasi menunjukkan 86 KK masuk kategori miskin ekstrem,” ujarnya.

Agus mendorong 205 agen yang terdiri dari kader Posyandu serta ASN/P3K untuk mengoptimalkan pemutakhiran data melalui aplikasi Perlinsos. Ia mengapresiasi kerja para agen di lapangan sekaligus mengingatkan setiap kepala keluarga agar segera memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Sementara capaian PBB Kecamatan Tanjungsari hingga pertengahan Agustus masih berada di angka 43 persen. Dari target Rp2,358 miliar, realisasi yang telah dicapai baru sekitar Rp1,017 miliar,” katanya.

Agus mengapresiasi kerja keras para kepala desa dalam mendorong pembayaran PBB. Namun, ia meminta capaian tersebut terus ditingkatkan sehingga target penerimaan dapat segera terpenuhi.

“Realisasi PBB harus terus digenjot karena menjadi salah satu penopang pembiayaan pembangunan daerah,” tegasnya. (tha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.