RADARSUMEDANG.id, KOTA – Kemampuan membaca siswa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumedang pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menginstruksikan seluruh sekolah melaksanakan asesmen membaca sejak awal masuk sekolah.
Kebijakan tersebut diarahkan bukan sekadar untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi menjadi dasar bagi guru dalam menyusun pola pembelajaran selama satu tahun ajaran. Dengan pemetaan sejak awal, siswa yang memiliki kemampuan membaca berbeda dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar Kurniawan mengatakan, asesmen awal menjadi fondasi bagi guru sebelum memberikan materi pembelajaran.
“Hasil asesmen ini menjadi acuan penting bagi guru dalam merancang pembelajaran yang tepat sasaran, sesuai dengan tingkat kemampuan membaca setiap siswa,” ujar Eka, Jumat (14/8).
Menurutnya, hasil asesmen dapat digunakan sebagai alat diagnosis untuk mengetahui karakteristik serta tingkat kemampuan masing-masing siswa. Guru kemudian dapat menyesuaikan bahan ajar, metode maupun strategi pembelajaran tanpa harus menyamaratakan kemampuan seluruh murid dalam satu kelas.
Eka juga meminta pelaksanaan asesmen dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, khususnya bagi siswa kelas awal sekolah dasar. Instrumen yang digunakan pun diharapkan sederhana sehingga mudah diterapkan oleh guru di lapangan.
“Semakin awal kemampuan siswa diketahui, semakin mudah bagi guru menentukan intervensi dan pembelajaran yang sesuai,” katanya.
Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemkab Sumedang menggandeng Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), kemitraan pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah guru telah mendapatkan pelatihan mengenai asesmen membaca dan pemanfaatan hasilnya dalam pembelajaran.
Provincial Manager INOVASI Jawa Barat Agnes Widyastuti mengapresiasi langkah Pemkab Sumedang tersebut. Menurutnya, pemetaan kemampuan membaca sejak dini penting untuk mencegah kesenjangan kemampuan belajar yang semakin lebar pada jenjang berikutnya.
“Semakin cepat tingkat kemampuan membaca anak terdeteksi, semakin cepat pula mereka mendapatkan dukungan belajar yang dibutuhkan,” ujar Agnes.
Ia mengatakan, penguatan literasi dasar tidak hanya berdampak terhadap capaian akademik siswa, tetapi juga memiliki manfaat jangka panjang terhadap kemampuan berpikir, peluang ekonomi dan pembangunan daerah.
Agnes menegaskan, peningkatan kemampuan literasi sejak usia sekolah pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas sumber daya manusia Sumedang.
“Peningkatan kemampuan literasi dalam jangka panjang akan berkontribusi langsung terhadap pencapaian visi dan misi Bupati Sumedang,” tegasnya.
Pemkab Sumedang berharap asesmen membaca dapat menjadi bagian dari budaya pembelajaran di sekolah. Pemetaan tersebut diharapkan memastikan tidak ada siswa yang tertinggal karena kebutuhan belajarnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan dasar guna menyiapkan generasi Sumedang yang memiliki kemampuan literasi kuat, unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (gun)






