RADARSUMEDANG.id, JAKARTA – Kehadiran lembaga terkait dari daerah menjadi bentuk dukungan moral bagi peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Hal itu ditunjukkan Ketua Umum Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Sumedang, H. Budi Arista Hidayat, S.Pd.I., M.Si., yang secara langsung mengunjungi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumedang di lokasi pelaksanaan Jamnas XII di Cibubur, Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kondisi para peserta dan pembina asal Kabupaten Sumedang, khususnya peserta didik madrasah yang turut memperkuat Kontingen Kwarcab Sumedang.
Dalam kunjungan itu, H. Budi meninjau langsung keberadaan kontingen, berinteraksi dengan peserta dan pembina, serta memastikan seluruh peserta dari Kabupaten Sumedang dapat mengikuti rangkaian kegiatan Jamnas dengan baik.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian PGM Indonesia Kabupaten Sumedang terhadap peserta didik madrasah yang mendapat kesempatan mewakili daerah dalam kegiatan Pramuka berskala nasional.
“Tujuan kunjungan ini untuk memastikan semua peserta Jamnas Kontingen Sumedang, khususnya siswa madrasah dan para guru pembina, dalam kondisi baik, tidak kurang suatu apa pun dan dapat melaksanakan seluruh kegiatan dengan lancar sesuai yang diharapkan,” ujar H. Budi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah membawa nama Kabupaten Sumedang dalam kegiatan nasional tersebut.
“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, disiplin, menjaga nama baik madrasah dan Kabupaten Sumedang, serta membawa harum nama Sumedang di tingkat nasional,” katanya.
Budi menilai Jamnas memiliki nilai pendidikan yang sangat besar bagi peserta didik madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung yang dapat memperkuat karakter dan kecakapan sosial peserta didik.
“Keikutsertaan peserta didik dan pembina madrasah dalam Jamnas XII 2026 diharapkan semakin memperkuat pembinaan Gerakan Pramuka di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang,” tuturnya.
Menurutnya, Jamnas bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja sama, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan selama Jamnas, peserta mendapatkan pengalaman dalam hal kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, komunikasi, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi hingga bekerja sama dengan peserta lain dari berbagai daerah.
“Anak-anak mendapatkan pengalaman yang tidak semuanya bisa diperoleh di dalam ruang kelas. Mereka belajar dari pertemuan dengan teman-teman dari berbagai daerah, dari tantangan, kegiatan bersama, kedisiplinan dan kehidupan perkemahan,” katanya.
Budi pun berharap seluruh peserta dapat menjaga kekompakan kontingen, mengikuti seluruh agenda dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan Jamnas sebagai pengalaman berharga untuk dibawa pulang ke madrasah masing-masing.
“Yang terpenting anak-anak tetap sehat, kompak, disiplin dan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik. Jadikan pengalaman di Jamnas sebagai bekal untuk menjadi generasi madrasah yang mandiri, berkarakter dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dalam Jamnas XII Tahun 2026, terdapat lima siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kontingen Kwarcab Sumedang.
Kelima peserta tersebut yakni Zul Azmi Arsyadt dari MTsN 3 Sumedang, Khiyaraigfi Nazla Zafirah dari MTsN 4 Sumedang, Shakira Nayla Ma’wa dari MTs Darul Hikmah, Egi Keisha Septiansyah dari MTs Riyadul Falah, serta Annisa Sholihah dari MTs Al Aziz.
Keterlibatan kelima siswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan madrasah. Mereka tidak hanya membawa nama sekolah masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari representasi pelajar madrasah Kabupaten Sumedang dalam ajang kepramukaan tingkat nasional.
Kontingen Kwarcab Sumedang sendiri mengirimkan 36 peserta yang terdiri atas dua regu putra, dua regu putri, serta empat pembina pendamping.
Jamnas XII Tahun 2026 dibuka pada 14 Agustus 2026 dan bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-65. Kegiatan lima tahunan tersebut diikuti sekitar 25 ribu Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia serta peserta dari sejumlah negara sahabat yang tergabung dalam organisasi kepanduan dunia.

Tahun ini, Jamnas mengusung tema yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Sebelumnya, kontingen Sumedang dilepas oleh Ketua Kwarcab Kabupaten Sumedang yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat bersama Wakil Bupati Sumedang di Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang.
Selain mengirimkan peserta didik, madrasah di Kabupaten Sumedang juga mendapat kepercayaan dalam penyelenggaraan Jamnas XII Tahun 2026.
Empat pembina Pramuka dari madrasah Sumedang dipercaya menjadi bagian dari Panitia Pelaksana Jamnas XII. Keempatnya yakni H. Tata Sumitra, Taryadi, Dede Suryati, dan Anisa Oktaviani.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan kepramukaan di madrasah tidak hanya memberikan ruang kepada peserta didik untuk berprestasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi para pendidik dan pembina untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan kepramukaan tingkat nasional.
Dukungan terhadap keikutsertaan anggota Pramuka dari lingkungan madrasah sebelumnya juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana, selaku Mabi Saka Amal Bhakti.
Saat pelepasan pada Rabu (12/8/2026), ia menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan peserta didik dan pembina madrasah dalam Jamnas XII.
“Kami sangat mendukung dan bangga atas capaian serta berbagai kegiatan yang dilakukan anggota Pramuka di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang. Semoga keikutsertaan dalam Jamnas ini menjadi motivasi bagi adik-adik Pramuka untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi positif melalui Gerakan Pramuka,” ungkapnya.
Menurut Hamzah, pengalaman selama mengikuti Jamnas diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh sebagai generasi yang memiliki karakter kuat serta mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sumedang sekaligus Ketua Saka Amal Bhakti Kwarcab Sumedang, H. Dadan Rahadian.
Ia menilai kegiatan kepramukaan merupakan salah satu sarana efektif dalam membangun karakter peserta didik.
“Kepramukaan merupakan salah satu ruang pendidikan yang sangat baik untuk membentuk kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan peserta didik. Karena itu, kami berharap pengalaman di Jamnas dapat memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi peserta didik madrasah untuk terus berkembang dan berprestasi,” tuturnya.
Dadan menambahkan, pendidikan melalui kegiatan kepramukaan sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan sosial dan karakter yang kuat.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari buku dan ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman, interaksi, tantangan dan kerja sama. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat mereka bawa kembali ke madrasah dan lingkungan masing-masing,” tambahnya.(rik/net)





