RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan, terutama ruas jalan kabupaten yang menjadi penghubung antarkecamatan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas perekonomian di wilayah pedesaan.
Salah satu ruas yang kini mendapat penanganan yakni Jalan Cikuda-Genteng yang melintasi Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari. Kondisi jalan di wilayah tersebut kini telah mulus setelah dilakukan perbaikan secara bertahap.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, Deni Syafarat Sugandhi, mengatakan peningkatan kualitas Jalan Cikuda-Genteng memang dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
Menurutnya, penanganan ruas jalan tersebut tidak dilakukan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Pemkab Sumedang secara bertahap menyasar sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perbaikan.
“Untuk tahun ini perbaikan di ruas jalan yang berada di Desa Banyuresmi alhamdulillah sudah mulus. Sedangkan tahun sebelumnya penanganan dilakukan di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor,” kata Deni kepada sejumlah awak media, Kamis (27/8/2026).
Deni menuturkan, keberadaan ruas Jalan Cikuda-Genteng memiliki arti penting bagi masyarakat Banyuresmi. Selain menjadi akses mobilitas warga, jalan tersebut juga menjadi jalur utama untuk mendukung aktivitas sektor pertanian.
Hal itu lantaran Desa Banyuresmi berada di wilayah dataran tinggi yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Berbagai komoditas hortikultura dihasilkan para petani setempat dan sebagian besar menjadi sumber penghasilan masyarakat.
“Daerah Banyuresmi ini berada di kawasan ketinggian dan banyak menghasilkan sayuran. Komoditasnya didominasi kubis, tomat, cabai merah, bawang daun, kentang dan kacang merah,” ujarnya.
Dengan karakteristik wilayah tersebut, kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang rantai distribusi hasil pertanian. Jalan yang baik akan memudahkan kendaraan keluar-masuk membawa hasil panen dari sentra produksi menuju pasar maupun lokasi pengumpulan.
Terlebih, hasil pertanian memiliki karakteristik yang membutuhkan proses distribusi relatif cepat agar kualitas komoditas tetap terjaga. Akses jalan yang mulus pun diharapkan dapat mengurangi hambatan transportasi sekaligus mendukung efisiensi biaya pengangkutan bagi para petani.
Tak hanya komoditas sayuran, Banyuresmi juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau. Hasil tembakau dari daerah tersebut kemudian diolah menjadi produk yang siap diproses lebih lanjut maupun digunakan sesuai kebutuhan.
“Selain sayuran, Banyuresmi juga menghasilkan daun tembakau yang kemudian diolah menjadi produk olahan tembakau yang siap diproses lebih lanjut atau digunakan,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Deni, pembangunan dan pemeliharaan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan masyarakat. Lebih jauh, infrastruktur jalan memiliki keterkaitan langsung dengan pergerakan roda perekonomian, khususnya di kawasan yang mengandalkan sektor pertanian.
Pemkab Sumedang melalui Dinas PUTR pun berupaya menjaga kualitas ruas jalan kabupaten secara berkelanjutan dengan melakukan penanganan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Karena banyak hasil pertanian dari daerah ini, akses jalan yang mulus sangat diperlukan untuk memudahkan mobilitas kendaraan dalam mengangkut hasil pertanian,” pungkas Deni. (jim)







