Bunker Batujajar, Situs Bersejarah Sekaligus Destinasi Wisata di Bandung Barat

oleh
Sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat/Koppasuss, bergegas kembali setelah latihan (kiri), dan bangunan Bunker yang merupakan situs bersejarah sejak era kolonial (kanan), dengan pemandangan matahari terbenam di Kampung Manglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (3/9/2026). (Alfandy Septiansyah Putra/job/radarbandug)

RADARSUMEDANG.id — Jawa Barat memang tak ada habisnya jika membicarakan tentang spot untuk menyaksikan matahari terbenam. Untuk para pemburu sunset, tempat terbaik untuk sekedar menyaksikan matahari terbenam adalah hal yang sangat penting.

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk para pecinta sunset yaitu Bunker Batujajar yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Bunker Batujajar sendiri merupakan situs bersejarah peninggalan era kolonial yang kini populer dan dijadikan sebagai destinasi wisata alam dan sejarah secara gratis.

Fira (23), salah satu pengunjung mengatakan dirinya baru pertama kali mengunjungi Bunker Batujajar. Ia mengaku mengetahui informasi tersebut melalui media sosial.

“Baru pertama kali sih kesini, tau dari sosmed terus langsung ngajak temen deh datang karena penasaran kayaknya bagus deh,” kata Fira saat ditemui, Kamis (3/9/2026).

Fira juga menambahkan bahwa dirinya sempat terkejut saat mengetahui fakta mengenai Bunker Batujajar yang merupakan peninggalan sejarah pada zaman kolonial.

“Awalnya saya kira nama Bunker itu cuma nama buatan iseng biasa, eh pas cari tau di google kaget ternyata udah dari zaman dulu pas penjajahan,” ujarnya.

Fira mengungkapkan bahwa dirinya cukup puas dengan hasil pemandangan yang sesuai dengan perkiraan, lantaran dirinya mengaku selalu dibuat kecewa saat berkunjung kesejumlah tempat wisata.

“Alhamdulillah banget sih sesuai sama ekspektasi, soalnya biasanya kalau ke wisata lain selalu zonk, tapi pokoknya tadi sunsetnya cantik banget terbaik pokoknya,” tuturnya.

Tak hanya Fira, berdasarkan pantauan Radar Bandung, sejumlah pengunjung memang tampak ramai yang di dominasi oleh anak muda.

Pengunjung lain, Nabil (22), yang mengaku asli warga Kampung Manglid, mengatakan hampir setiap sore, pengunjung selalu berdatangan mulai dari warga sana sendiri hingga dari luar desa.

“Biasanya sih ramainya itu pas jam setengah 5 an, itu udah mulai banyak yang datang, dari warga sini juga lumayan banyak karena dekat sama bagus kalau cerah,” katanya.

Nabil juga menjelaskan perihal biaya untuk bisa masuk ke sana para pengunjung tidak perlu khawatir karena hingga saat ini, untuk bisa masuk ke Bunker Batujajar tida dikenakan tarif, pengunjung hanya perlu membayar untuk kendaraan parkir.

“Kalau biaya masuknya sih gratis, cuman paling bayar buat parkirnya aja itu juga seikhlasnya kok jadi bebas mau ngasih berapa juga,” pungkasnya.

Bunker Baturaja memang tempat yang sangat cocok untuk menambah pengalaman yang berbeda saat berwisata, menghadirkan perpaduan antara situs bersejarah dengan pemandangan yang memanjakan mata cukup untuk menarik perhatian para masyarakat yang menyukai alam. (ASP/job)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.