RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DiskopUKMPP) Kabupaten Sumedang terus memperkuat pembinaan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan secara maraton untuk memastikan koperasi mampu menjalankan tata kelola serta unit usahanya secara profesional.
Rangkaian monev digelar dalam enam gelombang di sejumlah kecamatan. Gelombang pertama dipusatkan di Kantor Kecamatan Wado dan diikuti 30 peserta yang merupakan pengurus serta pengawas KDKMP dari Kecamatan Jatinunggal, Wado, dan Jatigede.
Kepala DiskopUKMPP Kabupaten Sumedang Ayuh Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan kelembagaan dan usaha KDKMP di lapangan. Evaluasi juga mencakup validasi data, transparansi keuangan, serta efektivitas pengawasan.
“Melalui monev ini, kami ingin memastikan tata kelola koperasi berjalan baik, data kelembagaannya valid, dan unit usahanya terus berkembang. Pembinaan juga diarahkan pada transparansi dan akuntabilitas agar koperasi dapat memberikan manfaat bagi perekonomian desa secara berkelanjutan,” kata Ayuh, Minggu (6/9).
Pada gelombang kedua yang berlangsung di Kecamatan Pamulihan, sebanyak 28 peserta dari Kecamatan Rancakalong, Pamulihan, dan Sukasari mendapatkan pendampingan. Evaluasi difokuskan pada keaktifan anggota, efektivitas unit usaha simpan pinjam dan pelayanan, serta penyusunan laporan keuangan sesuai standar.
Selanjutnya, monev gelombang ketiga di Kantor Kecamatan Cisitu diikuti 32 peserta dari Kecamatan Cisitu, Sumedang Selatan, dan Ganeas. Pendampingan diarahkan pada penguatan legalitas, optimalisasi unit bisnis desa, serta perluasan peluang kemitraan usaha.
Gelombang keempat dilaksanakan di Kantor Kecamatan Buahdua dengan melibatkan 44 peserta dari Kecamatan Buahdua, Tanjungkerta, Tanjungmedar, dan Surian. Selain aspek administrasi, evaluasi menitikberatkan pada sinergi antarkoperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus, dan pembenahan sistem pelaporan keuangan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada gelombang kelima di Kecamatan Conggeang yang diikuti 40 peserta dari Kecamatan Tomo, Ujungjaya, Paseh, dan Conggeang.
“Tim kami meninjau perkembangan operasional usaha, kesiapan kelembagaan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi KDKMP di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, gelombang keenam dipusatkan di Kecamatan Tanjungsari dan diikuti 35 peserta dari Kecamatan Tanjungsari, Cimanggung, dan Jatinangor. Pendampingan diarahkan pada penguatan unit usaha strategis, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengawasan internal, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota.
“Rangkaian monev tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan agar KDKMP tidak hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi juga mampu berkembang menjadi koperasi yang sehat, produktif, dan memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat desa,” ujar Ayuh. (gun)





