RADARSUMEDANG.id — Sebanyak 220 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan kepada para pengemudi becak di Kabupaten Sumedang bukan untuk diperjualbelikan. Para penerima diminta menjaga amanah bantuan dan menggunakan becak listrik tersebut sesuai dengan peruntukannya untuk mendukung aktivitas serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Nuryana, menegaskan setiap penerima wajib menjaga dan memanfaatkan becak listrik yang telah diberikan. Pihaknya juga memastikan bantuan tersebut akan diawasi agar tidak berpindah tangan atau diperjualbelikan.
“Mohon ini jangan dijual. Ini adalah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Kalau dijual atau dipindahtangankan, becaknya akan kami tarik kembali,” tegas Nuryana saat mendistribusikan becak listrik di Kabupaten Sumedang, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila ditemukan adanya penerima yang menjual atau memindahtangankan bantuan, pihaknya tidak hanya akan menarik kembali becak listrik tersebut, tetapi juga menempuh langkah sesuai ketentuan hukum.
“Kita akan berikan sanksi secara hukum. Kami juga meminta bantuan Polres untuk ikut mengawasi agar bantuan ini benar-benar sampai kepada penerima dan digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang akan melakukan pendataan terhadap seluruh penerima. Setiap unit becak listrik akan dikaitkan dengan identitas penerimanya sehingga kepemilikannya dapat dipantau secara jelas.
“Setiap pemegang akan didata berdasarkan satu nama, seperti halnya STNK. Jadi, akan jelas siapa yang menerima dan siapa yang bertanggung jawab atas becak tersebut,” kata Nuryana.
Selain memastikan aspek pengawasan, pihaknya juga menyiapkan dukungan pemeliharaan. Ke depan, YGSN akan berkoordinasi dengan PT Pindad untuk membantu layanan perbaikan apabila becak listrik mengalami kerusakan.

Nuryana menyebut Sumedang menjadi kabupaten/kota keenam di Jawa Barat yang menerima bantuan becak listrik tersebut. Ia menilai dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terhadap pelaksanaan program berjalan sangat baik.
“Saya rasa Sumedang merupakan salah satu kabupaten yang memberikan support terbaik bagi program ini. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sumedang, terutama para pengemudi becak,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang yang telah mendukung proses penyaluran 220 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak.
Nuryana menegaskan, pemberian becak listrik tersebut bukan semata-mata bentuk bantuan karena rasa kasihan, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap para pengemudi becak yang tetap bekerja keras menopang kehidupan keluarga meskipun sebagian di antaranya telah berusia lanjut.
“Pemberian ini bukan karena kasihan, tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada para pengemudi becak yang di usia lanjut masih berjuang untuk keluarganya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendukung keberlanjutan program becak listrik, di antaranya PT PLN, Bank BJB, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Dony, bantuan tersebut tidak berhenti pada pemberian kendaraan, tetapi dilengkapi dengan ekosistem pendukung agar para pengemudi becak dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem transaksi digital.
“PLN menyiapkan charging station. Kemudian Bank BJB menyediakan QRIS untuk mendukung transaksi, termasuk membantu saldo awal tabungan sehingga para pengemudi becak memiliki rekening dan buku tabungan. Ini bagian dari upaya agar mereka bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini,” kata Dony.
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada para pengemudi becak dan keluarganya sebagai bentuk jaminan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
“Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, para pengemudi mendapatkan jaminan perlindungan bagi dirinya dan keluarganya dari risiko kecelakaan maupun kematian,” pungkasnya.(cwp)






