RADARSUMEDANG.id, DARMARAJA – Musim kemarau membuat permukaan air Waduk Jatigede menyusut. Tepian waduk yang mulai terbuka pun kembali dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk mencari ikan.
Kondisi tersebut turut menggerakkan sejumlah usaha warga yang bergantung pada aktivitas masyarakat di perairan. Salah satunya usaha pembuatan perahu milik Endan (55), warga Blok Cilembu, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja.
Endan mengaku permintaan perahu mulai meningkat seiring menyusutnya debit air waduk. Menurutnya, ketika musim kemarau tiba dan permukaan air mulai surut, aktivitas warga di perairan biasanya ikut meningkat.
“Dulunya memang sepi. Sekarang mulai ramai. Kalau sudah mulai surut, biasanya aktivitas masyarakat juga mulai ramai,” kata Endan, Rabu (9/9).
Meningkatnya aktivitas masyarakat tersebut turut berdampak terhadap produksi perahu yang dibuatnya. Warga yang datang ke kawasan waduk tidak hanya memancing, tetapi ada pula yang menggunakan perahu untuk memasang jaring dan menangkap ikan.
Endan memanfaatkan kondisi tersebut untuk meningkatkan produksinya. Jika pada musim hujan rata-rata hanya mampu menyelesaikan sekitar empat perahu dalam sebulan, saat kemarau produksinya bisa mencapai tujuh perahu per bulan.
Satu unit perahu umumnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan, tergantung ukuran dan tingkat pengerjaannya. Dalam setahun, Endan memperkirakan mampu memproduksi sekitar 50 unit perahu sesuai permintaan pelanggan.
Harga perahu bervariasi berdasarkan ukuran dan pengerjaan. Untuk ukuran tertentu, harganya berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per unit. Sementara perahu berukuran lebih besar dapat mencapai Rp7 juta hingga Rp12 juta.
Selain membuat perahu baru, Endan juga melayani perbaikan dan perombakan perahu milik warga. Menurutnya, perahu yang mengalami kerusakan tidak selalu harus diganti dengan yang baru karena sejumlah bagian masih dapat diperbaiki dan digunakan kembali.
Pesanan perahu pun tidak hanya datang dari masyarakat di sekitar Waduk Jatigede. Endan menyebut, pelanggan dari luar daerah juga kerap memesan perahu buatannya, salah satunya dari Cianjur.
Ukuran dan bentuk perahu disesuaikan dengan kebutuhan pemesan. Dengan demikian, aktivitas di kawasan waduk saat musim kemarau tidak hanya memberikan ruang bagi warga untuk mencari ikan, tetapi juga turut menghidupkan usaha masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan penunjang aktivitas di perairan. (gun)







