63 Warga Tomo Sumedang Keracunan Makanan Jumat Berkah, Pasien Dirawat di Puskesmas

oleh
KERACUNAN : Puluhan warga Desa Marongge dan Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, dirawat di Puskesmas Tomo, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan Jumat Berkah, Jumat (11/9).

RADARSUMEDANG.id, TOMO – Sebanyak 63 warga Desa Marongge dan Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, mengalami keracunan makanan setelah menyantap nasi kotak dalam program Jumat Berkah, Jumat (11/9).

Para korban mengalami sejumlah gejala, mulai dari pusing, mual, muntah hingga diare. Mereka kemudian mendapat penanganan medis di Puskesmas Tomo.

Banyaknya korban membuat sejumlah pasien terpaksa dirawat di atas brankar yang ditempatkan di lobi dan lorong puskesmas. Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien, PMI bersama BPBD Kabupaten Sumedang juga mendirikan tenda di sekitar puskesmas.

Salah seorang korban, Karmita, warga Desa Marongge, mengatakan makanan Jumat Berkah tersebut dibagikan dalam kemasan kotak dan dikonsumsi warga setelah melaksanakan salat Jumat.

Namun, Karmita mengaku baru merasakan gejala beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut.

“Tadi makannya jam 16.00 WIB, tidak langsung dimakan. Mulai kerasa sekitar jam Isya,” kata Karmita.

Menurutnya, pembagian makanan Jumat Berkah tersebut telah rutin dilakukan setiap Jumat selama sekitar dua tahun. Peristiwa keracunan baru terjadi kali ini.

“Ya rutin tiap Jumat, ada dua tahun. Baru sekarang keracunan makanan. Awalnya mual terus muntah, sekarang sudah baik, disuruh diinfus dulu dihabisin,” tuturnya.

Korban juga berasal dari luar wilayah Desa Marongge dan Darmawangi. Salah satunya Yogi, kurir paket asal Kecamatan Cimalaka, yang saat itu tengah mengantarkan paket dan ikut melaksanakan salat Jumat di lokasi pembagian makanan.

Yogi mengatakan dirinya menyantap makanan sekitar pukul 14.00 WIB dengan menu nasi, mi, dan telur balado. Sekitar 30 menit kemudian, ia mengalami keringat dingin, muntah dan buang air besar.

“Kebetulan ikut shalat Jumat di situ, lagi kirim paket. Abis shalat Jumat dibagi dimakan, setengah jam kemudian kerasa. Sekarang sudah baikan sudah boleh pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin mengatakan kondisi para pasien yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Tomo mulai membaik.

Hingga Sabtu (12/9) sekitar pukul 00.30 WIB, sebanyak 11 pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Sementara satu korban lainnya memilih mendapat perawatan secara mandiri di Cideres, Kabupaten Majalengka.

“Ada 63. Satu orang secara mandiri ke Cideres, Majalengka. Tapi sekarang sudah mulai membaik, 11 orang sudah keluar, sudah pulang karena kondisinya membaik,” kata Dikdik.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

“Kami belum bisa menentukan dari apanya. Sampel makanan sudah kita amankan dan kita akan periksa di laboratorium,” tuturnya.

Pada Sabtu pagi, seluruh pasien sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tomo. (gun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.