RADARSUMEDANG.id, SUKASARI – Pemerintah Kecamatan Sukasari memastikan pengawalan terhadap seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Mekarsari.
Pendampingan dilakukan untuk memastikan panitia memahami dan menerapkan regulasi baru secara seragam selama proses pemilihan berlangsung.
Plt. Camat Sukasari Mirsana Ishendaru Mahendra Putra mengatakan, pihak kecamatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) berkomitmen menjaga pelaksanaan Pilkades Mekarsari agar berlangsung jujur, adil, aman, dan kondusif.
“Kami dari pihak kecamatan mendampingi penuh panitia Pilkades Mekarsari. Hal ini penting karena banyak aturan baru yang harus diterapkan, sehingga kita perlu menyamakan persepsi,” ujar Mirsana saat ditemui di Gedung Olahraga Desa Mekarsari, Rabu (16/9).
Menurut dia, pendampingan tidak hanya dilakukan dalam aspek teknis penyelenggaraan. Kecamatan juga akan melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan, termasuk masa kampanye yang tengah berlangsung.
Tim pendamping kecamatan akan memantau sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kampanye. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, hasil pengawasan akan disampaikan secara resmi kepada panitia Pilkades untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Pilkades Desa Mekarsari diikuti dua calon, yakni Yayat Ruhiyat dan Ma’mun, S.Sy. Keduanya hari ini sudah ditetapkan serta menyetujui aturan dan regulasi dalam tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026,” katanya.
Mirsana menjelaskan, para calon kepala desa memiliki sejumlah ruang untuk menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat sesuai jadwal kampanye yang telah ditetapkan.
Kampanye dapat dilakukan melalui pertemuan di tempat aktivitas warga, kunjungan dari rumah ke rumah, maupun memanfaatkan media sosial.
“Para calon bisa memanfaatkan tempat aktivitas warga, mengunjungi rumah ke rumah, atau menggunakan media sosial untuk menyapa masyarakat,” jelasnya.
Untuk mencegah terjadinya pelanggaran di ruang digital, panitia Pilkades juga diminta aktif melakukan patroli siber. Pengawasan tersebut dinilai penting mengingat media sosial dapat menjadi salah satu sarana kampanye yang digunakan para calon.
Selain mengawal tahapan teknis, Kecamatan Sukasari menyiapkan pendekatan sosial dengan melibatkan tokoh informal dan tokoh masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga suasana tetap kondusif serta mencegah benturan kepentingan di tengah masyarakat.
“Kami melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh informal untuk menjaga netralitas dan mencegah benturan kepentingan. Bagaimanapun juga, semua calon pasti akan masuk ke setiap unsur masyarakat,” tutur Mirsana.
Dia meminta para tokoh masyarakat turut membantu menciptakan suasana pemilihan yang sejuk. Masyarakat diharapkan dapat mencermati visi dan misi masing-masing calon tanpa menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber konflik.
Dengan pengawasan kecamatan, koordinasi Forkopimcam, serta keterlibatan tokoh masyarakat, pelaksanaan Pilkades Mekarsari diharapkan berjalan tertib hingga seluruh tahapan selesai. (tha)





