RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Tiga bangunan kios yang terdiri atas kios bubur ayam dan lontong, kios martabak, serta toko kue di Jalan Raya Jatinangor, RT 03/RW 01, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, ludes terbakar, Jumat (18/9) dini hari.
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, S.H., mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 01.05 WIB. Api pertama kali muncul dari bagian dapur kios makanan bubur ayam dan lontong yang beroperasi selama 24 jam.
“Kebakaran kios milik warga yang berjualan lontong dan bubur ayam 24 jam di Jalan Raya Jatinangor,” ujar Rogers dalam keterangannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh dua saksi, yakni Fahri Aziz dan Muhammad Rizki Subekti. Saat itu, Fahri baru selesai memasak dan berada di depan kios.
Tiba-tiba, ia melihat sejumlah pelanggan berlari keluar setelah mengetahui adanya kepulan asap dari arah dapur. Fahri kemudian mendatangi sumber asap dan mendapati api diduga berasal dari kompor yang baru digunakan untuk memasak.
Api dengan cepat membakar bagian dapur. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya.
Bangunan yang turut terbakar yakni kios Martabak Ajip milik Hilmi dan toko kue Perina milik Fauzi Haryanto. Ketiga bangunan tersebut memiliki konstruksi tembok dengan atap kayu.
Kios bubur ayam dan lontong milik Armono berukuran 3 x 8 meter. Sementara itu, kios Martabak Ajip berukuran 3 x 8 meter dan toko kue Perina memiliki luas 4 x 8 meter.
“Api kemudian meluas ke bangunan sampingnya, yaitu kios makanan Martabak Ajip dan toko kue Perina,” kata Rogers.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, para saksi segera memberitahukan kebakaran kepada pihak kepolisian. Petugas bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan di lokasi.
Proses pemadaman melibatkan empat unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Sumedang, Damkar Kecamatan Tanjungsari, Damkar Kecamatan Cileunyi, dan Damkar IPDN Jatinangor. Warga sekitar juga turut membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.15 WIB. Selain petugas pemadam kebakaran, satu unit PLN Tanjungsari turut diterjunkan untuk mendukung penanganan di lokasi.
Dalam kejadian tersebut, Fahri Aziz mengalami luka bakar pada tangan kanannya saat berupaya memadamkan api di bagian dapur. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan kobaran api justru semakin membesar hingga merembet ke bangunan di sampingnya.
Polisi masih melakukan penanganan dan pendataan terkait kebakaran tersebut. Dugaan sementara, api berasal dari kompor yang digunakan setelah kegiatan memasak, sedangkan total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. (tha)






