RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Bencana pergerakan tanah melanda permukiman warga di Dusun Warungkawat, RT 01 RW 03, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Peristiwa yang terjadi Selasa (22/9) sekitar pukul 00.30 WIB itu mengakibatkan dua rumah warga mengalami keretakan cukup parah pada bagian dinding dan struktur bangunan.
Dua rumah terdampak masing-masing milik Mamat Supriatna dan Sahrul. Berdasarkan laporan Pemerintah Desa Haurngombong, meski kerusakan bangunan cukup mengkhawatirkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Desa Haurngombong Dadang mengatakan, pergerakan tanah terjadi saat sebagian besar warga tengah tertidur. Kejadian tersebut sontak mengejutkan warga, terutama keluarga yang rumahnya terdampak.
“Ya, peristiwa ini sangat mengejutkan bagi kami. Pasalnya, kejadian berlangsung dini hari saat warga sedang beristirahat,” ujar Dadang.
Mengetahui kejadian tersebut, pemerintah desa bersama unsur terkait langsung bergerak ke lokasi. Aparatur Desa Haurngombong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus RT/RW, serta masyarakat melakukan penanganan darurat sekaligus mengecek titik-titik keretakan.
“Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan dan keselamatan penghuni rumah. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak pergerakan tanah meluas ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya,” ucapnya.
Dadang mengatakan, pemerintah desa telah mengambil langkah lanjutan untuk membantu dua keluarga terdampak. Salah satunya dengan mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dan BAZNAS Kabupaten Sumedang.
“Pihak pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan bahan material bangunan untuk perbaikan sementara tempat tinggal mereka,” katanya.
Menurut Dadang, bantuan material dibutuhkan agar penanganan rumah warga yang mengalami keretakan struktur dapat segera dilakukan. Terlebih, kerusakan menyangkut bagian bangunan yang berpotensi membahayakan penghuni apabila tidak segera ditangani.
“Sembari menunggu tindak lanjut bantuan, kami (Pemerintah Desa Haurngombong) mengimbau masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi kejadian, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pergerakan tanah susulan,” katanya.
Warga juga diminta memperhatikan perubahan kondisi tanah maupun munculnya retakan baru pada bangunan dan lingkungan sekitar, terutama ketika intensitas hujan di wilayah Kecamatan Pamulihan meningkat. (tha)





