RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Kiprah Ensemble Musik Insan Sejahtera Sumedang di panggung seni terus berlanjut. Setelah sukses membawa misi budaya Jawa Barat dalam Festival Pasar Senggol Türkiye 2026 di Istanbul, Turki, grup musik binaan Yayasan Mitra Insan Sejahtera itu kembali mencuri perhatian dalam pentas tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kali ini, Ensemble Musik Insan Sejahtera yang digawangi para siswa SMAIT Insan Sejahtera Sumedang tampil memeriahkan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, Selasa (29/9/2026).
Bertempat di Bale Gede Pakuan (Gedung Pakuan), Kota Bandung, penampilan mereka menjadi salah satu suguhan seni yang menyedot perhatian para tamu undangan.
Dengan balutan aransemen musik khas dari Vidy Sepdian yang memadukan keautentikan suara angklung, harmoni alat musik ensemble lainnya, serta tarian tradisional Nusantara, para siswa berhasil menghadirkan pertunjukan yang kaya warna budaya.
Tepuk tangan dan antusiasme hadirin yang memenuhi Gedung Pakuan mengiringi setiap penampilan. Nuansa kebangsaan terasa kuat ketika para siswa membawakan rangkaian lagu daerah dari berbagai penjuru Tanah Air.
Dimulai dengan lagu Manuk Dadali yang merepresentasikan Jawa Barat, pertunjukan berlanjut melalui lagu Bungo Jeumpa dari Aceh, Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara Timur, hingga Angin Mamiri dari Sulawesi Selatan.
Perpaduan musik dan tarian tradisional membuat pertunjukan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan gambaran keberagaman budaya Indonesia dalam satu panggung.
Suasana semakin khidmat ketika Ensemble Musik Insan Sejahtera membawakan medley lagu nasional Tanah Airku. Alunan angklung yang berpadu dengan harmonisasi musik menciptakan atmosfer kebangsaan yang menyentuh para penonton.
Pertunjukan kemudian berlanjut dengan suguhan tari Kecak yang diiringi langsung oleh para penari. Sementara itu, lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua menjadi penutup yang energik, lengkap dengan iringan tarian dan busana adat Papua.

Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan para siswa dalam mengolah musik tradisional menjadi pertunjukan yang atraktif, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitasnya.
Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj Yani Citraeni, SE, MPd, menyampaikan bahwa keterlibatan para siswa dalam berbagai panggung seni merupakan bagian dari upaya membangun karakter sekaligus mengembangkan potensi generasi muda.
Menurutnya, seni musik dan budaya menjadi ruang pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi siswa, mulai dari kedisiplinan, kerja sama, kepercayaan diri, hingga kecintaan terhadap kekayaan budaya bangsa.
Terlebih, setelah memperoleh pengalaman tampil di panggung internasional di Turki, kesempatan tampil dalam agenda tingkat provinsi menjadi momentum untuk terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman para siswa.
“Melalui musik dan seni budaya, anak-anak tidak hanya belajar tampil, tetapi juga memahami keberagaman Indonesia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri,” menjadi semangat yang diusung dalam pembinaan Ensemble Musik Insan Sejahtera.
Puncak peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun ini mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan yang dihadiri jajaran TP PKK serta berbagai unsur terkait tersebut menjadi momentum memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis keluarga.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan Setiawan, bersama jajaran mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Di tengah agenda penguatan gerakan pemberdayaan keluarga tersebut, penampilan Ensemble Musik Insan Sejahtera menghadirkan pesan kebudayaan yang sejalan dengan semangat membangun generasi Indonesia masa depan.(rik)






