RADARSUMEDANG.ID — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang mulai memperketat strategi guna menghadapi fase akhir tahun.
Evaluasi menyeluruh terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Triwulan III 2026 digelar untuk memastikan target tahunan tercapai secara maksimal.
Rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Kabupaten Sumedang, Kemal Idris, bersama jajaran pejabat dan staf, tidak sekadar menyoroti angka-angka di atas kertas.
Lebih dari itu, forum tersebut fokus memetakan potensi penerimaan yang masih bisa dioptimalkan pada sisa waktu tahun 2026.
Kemal menegaskan, capaian PAD memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar laporan keuangan administratif. Setiap rupiah dari pajak dan retribusi yang dihimpun merupakan buah dari kerja keras aparatur serta wujud nyata kontribusi masyarakat dalam membiayai pembangunan daerah.
“Satu rupiah pajak yang kita kumpulkan adalah modal utama pembangunan Kabupaten Sumedang,” kata Kemal kepada awak media, belum lama ini.
Memasuki kuartal terakhir ini, Bapenda menaruh perhatian khusus pada optimalisasi sektor-sektor potensial, salah satunya penelusuran terhadap Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU).
Menurut Kemal, penanganan KTMDU tidak bisa lagi mengandalkan pola konvensional. Diperlukan metode penelusuran yang lebih inovatif, dukungan data yang valid, serta kolaborasi lintas sektor agar penyisiran kendaraan bermotor yang menunggak daftar ulang tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kualitas data adalah kunci. Dengan data yang akurat dan metode yang tepat, petugas di lapangan bisa bekerja lebih terarah, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat pengawasan KTMDU, Bapenda Sumedang terus mendorong jajarannya untuk menjaga konsistensi kinerja, meningkatkan responsivitas pelayanan publik, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat selaku wajib pajak.
Di akhir keterangannya, Kemal tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumedang yang tetap disiplin menunaikan kewajiban perpajakannya.
Ia mengimbau agar momentum akhir tahun ini dikawal bersama demi kemajuan pembangunan Kabupaten Sumedang yang berkelanjutan.
“Kontribusi wajib pajak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, capaian PAD 2026 perlu kita kawal bersama,” katanya. (jim)





