RADARSUMEDANG.id — Pemerintah Kabupaten Sumedang menjadikan kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) bukan sekadar pusat aktivitas birokrasi, tetapi juga ruang belajar terbuka bagi generasi muda. Langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sumedang Outing Class Edutourism Tahun 2026 oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Pendopo PPS, Sabtu (3/10/2026).
Mengusung tema “Jelajah Budaya, Sejarah, Olahraga, Pemerintahan, dan Lingkungan Hidup”, Sumedang Outing Class Edutourism merupakan program wisata edukasi terintegrasi yang memadukan pembelajaran, kreativitas, budaya, sejarah, lingkungan, teknologi pemerintahan, dan pengalaman langsung dalam satu kawasan.
Program ini diikuti para siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumedang. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari ruang kelas, tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana pemerintahan bekerja, bagaimana lingkungan dikelola, serta bagaimana sejarah dan budaya Sumedang dirawat.
Adapun rangkaian perjalanan edukasi dimulai dari Gedung Perpustakaan Daerah, kemudian dilanjutkan ke Jogging Track dan Pendopo, Selasar Seni dan Galeri UMKM, Fasilitas Pengolahan Sampah, Selasar Sejarah dan Arkeologi, Command Center Setda, hingga berakhir di Aula Tampomas.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Sumedang Outing Class Edutourism merupakan program kolaboratif yang membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah agar dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Ini merupakan program kolaboratif yang harus dimobilisasi dan menggerakkan seluruh kekuatan pemerintah daerah. Kemudian kita orkestrasi supaya bergerak bersama-sama mencapai tujuan,” kata Dony.

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sejak awal. Konsistensi tersebut, kata Dony, membutuhkan kesiapan, kesungguhan, serta sistem pengelolaan yang baik.
“Tinggal bagaimana konsistensi dari kegiatan ini ke depannya. Konsistensi membutuhkan kesiapan, kesungguhan, dan sistem yang kita siapkan untuk mengelola kegiatan ini,” ujarnya.
Dony menegaskan, keberadaan kawasan pemerintahan di PPS tidak boleh hanya dipandang sebagai pusat perkantoran dan aktivitas birokrasi. Lebih dari itu, lingkungan pemerintahan harus mampu menjadi ruang edukasi sekaligus sumber inspirasi bagi anak-anak.
“Kantor pemerintahan harus menginspirasi anak-anak. Jadi, kantor pemerintahan menjadi tempat untuk wisata pemerintahan sekaligus ada pembelajaran dan hiburannya. Kita ingin membuka ruang-ruang belajar terbuka, bahkan laboratorium kehidupan bagi anak-anak kita,” katanya.
Ia menjelaskan, pengalaman belajar secara langsung akan memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya berlangsung di dalam kelas. Ketika siswa datang ke PPS, mereka dapat memperoleh informasi sekaligus pengetahuan baru melalui pengalaman melihat dan mengamati secara langsung.
“Di sini mereka bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang bagaimana pemerintah bekerja, bagaimana mengelola pemerintahan, bagaimana mengelola sampah, bagaimana mengetahui sejarah Sumedang, bagaimana mengetahui tentang pusat data dan komando atau Command Center, dan lainnya,” jelas Dony.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Sumedang. Lingkungan pemerintahan yang dikunjungi siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, sekaligus membuka cita-cita dan orientasi masa depan mereka.
“Jadikan kantor dan ruang kerja kita sebagai sumber inspirasi bagi masa depan mereka. Sebab, bisa jadi anak yang hari ini datang berkunjung ke kantor kita, beberapa tahun atau beberapa puluh tahun ke depan justru akan kembali ke tempat ini sebagai orang yang memimpin, melayani, atau memberikan kontribusi bagi masyarakat Sumedang,” tuturnya.
Dony berharap Sumedang Outing Class Edutourism terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap daerah, serta menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan generasi Pancawaluya yang cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer.(cwp)
“Jadikan pengalaman hari ini sebagai bagian dari perjalanan kalian untuk tumbuh menjadi generasi kebanggaan Sumedang,” pungkasnya.





