RADARSUMEDANG.id, KAB. BANDUNG – Menjelang pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) 2026, jajaran guru MA Plus Al Munir Sumedang memperkuat kekompakan dan soliditas melalui kegiatan Rihlah dan Tadabbur Alam Al Munir ke kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut dikemas dengan agenda tadabbur alam sekaligus rafting di kawasan Situ Cileunca hingga Sungai Palayangan. Selain menjadi sarana penyegaran dari rutinitas pembelajaran, kegiatan ini dirancang untuk membangun komunikasi, koordinasi, serta kekompakan antarguru sebagai satu tim dalam menghadapi berbagai agenda madrasah.
Kepala MA Plus Al Munir Sumedang H. Budiman, S.Pd., MM. mengatakan, rihlah dan tadabbur alam merupakan agenda yang secara rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya merekatkan hubungan antarguru.
“Rihlah dan tadabbur alam ini menjadi salah satu agenda untuk merekatkan kekompakan dan soliditas para guru. Apalagi menjelang PKKM 2026, kita membutuhkan teamwork yang kuat, komunikasi yang baik, dan koordinasi yang solid,” ujar H Budiman.
Menurutnya, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan di luar lingkungan madrasah diharapkan dapat memberikan energi positif ketika para guru kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Terlebih, dalam persiapan PKKM 2026, para guru nantinya akan dibagi ke dalam sejumlah tim yang memiliki tugas berbeda. Mulai dari tim pengembangan madrasah, manajerial, supervisi, hingga kewirausahaan.
“PKKM membutuhkan kerja bersama. Karena itu, sebelum masuk pada pembagian tugas dan penyusunan dokumen, kami ingin membangun terlebih dahulu kekompakan dan chemistry di antara guru-guru,” katanya.
Kegiatan diawali dengan perjalanan menuju kawasan Pangalengan. Sepanjang perjalanan, para peserta diajak menikmati suasana alam dengan hamparan perkebunan teh yang hijau, sejuk, dan asri.
Rombongan bahkan melanjutkan perjalanan hingga kawasan Cisewu, Kabupaten Garut. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari tadabbur alam, dengan menikmati panorama perkebunan teh serta udara pegunungan yang memberikan suasana berbeda dari rutinitas di lingkungan madrasah.

Memasuki siang hingga petang, kegiatan berlanjut di kawasan Situ Cileunca Pangalengan. Para peserta kemudian dibagi menjadi tiga tim untuk mengikuti aktivitas rafting.
Dengan mengenakan perlengkapan keselamatan sesuai standar rafting dan didampingi river guide berpengalaman, para guru mulai menjajal derasnya aliran Sungai Palayangan. Trek rafting sepanjang sekitar 5 kilometer tersebut menjadi bagian paling menantang sekaligus paling menghibur dalam rangkaian rihlah.
Adrenalin peserta mulai terpacu ketika perahu karet memasuki sejumlah jeram. Di bawah arahan river guide, setiap tim harus mampu mengikuti instruksi dan menjaga keseimbangan perahu agar dapat melewati berbagai rintangan dengan aman.
Tidak hanya duduk menikmati derasnya arus, peserta juga diajak terlibat langsung dalam mengendalikan laju perahu. River guide memberikan arahan mengenai posisi duduk dan pembagian keseimbangan, termasuk menggeser posisi ke kiri atau kanan ketika menghadapi kondisi tertentu.
Keseruan semakin terasa ketika perahu sempat tersangkut di beberapa titik. Peserta pun diarahkan untuk mengguncang-guncangkan badan secara bersama-sama agar perahu kembali bergerak mengikuti arus.
Sesekali, river guide juga memberikan kejutan di sejumlah titik trek sehingga suasana rafting semakin meriah. Teriakan, tawa, dan kekompakan peserta pun mewarnai perjalanan menyusuri Sungai Palayangan.
Bagi para guru MA Plus Al Munir Sumedang, pengalaman tersebut bukan hanya menghadirkan keseruan. Ada pelajaran mengenai pentingnya komunikasi, saling percaya, koordinasi, dan kemampuan bekerja bersama untuk menghadapi tantangan.
Hal tersebut dinilai relevan dengan persiapan PKKM 2026. Sebab, keberhasilan menyiapkan berbagai dokumen dan program tidak hanya bergantung pada satu atau dua orang, melainkan membutuhkan kontribusi seluruh anggota tim.
H Budiman berharap, semangat kebersamaan yang terbangun selama rihlah dan tadabbur alam tersebut dapat terus terbawa ke lingkungan kerja madrasah.
“Harapannya setelah kegiatan ini teman-teman semakin kompak. Ketika nanti dibagi dalam tim PKKM, komunikasi dan koordinasinya sudah terbangun sehingga semua bisa bekerja bersama dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.(rik)





