RADARSUMEDANG.id, CIMALAKA – Rumah milik Dani, 63, warga Dusun/Desa Cimuja, RT 01/RW 01, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, yang sempat mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), kini kembali diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat gempa.
Perbaikan rumah berukuran sekitar 8 x 7 meter tersebut dilakukan oleh pengusaha muda sekaligus Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Sumedang, Egi Permana. Saat ini, progres perbaikan rumah yang dihuni dua kepala keluarga dengan total delapan jiwa itu telah mencapai sekitar 80 persen.
Egi mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah dirinya melihat langsung kondisi rumah Dani yang dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi roboh.
“Melihat kondisi rumah Abah Dani yang sangat memprihatinkan dan nyaris roboh, saya berinisiatif membantu. Jangan sampai menunggu ada korban,” ujar Egi.
Menurut dia, pengerjaan rumah tersebut telah berlangsung sekitar 20 hari. Ditargetkan, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.
“Sekarang sudah sekitar 80 persen. Insyaallah satu minggu lagi bisa rampung 100 persen. Saya pastikan bantuan ini selesai,” katanya.
Sementara itu, Dani mengungkapkan, rumahnya sebelumnya pernah mendapatkan bantuan Rutilahu pada 2019. Saat itu, bantuan yang diterima sekitar Rp19 juta.
Namun, menurut Dani, nilai bantuan tersebut belum cukup untuk memperbaiki seluruh bagian rumah secara maksimal. Kondisi rumah kembali rusak setelah gempa yang melanda Sumedang pada Mei 2025. Salah satu bagian tembok di sisi kiri rumah bahkan ambrol.
“Taun 2019 pernah dapat bantuan Rutilahu sekitar Rp19 juta. Tapi memang tidak cukup. Setelah gempa Mei 2025, tembok bagian kiri kembali ambrol,” ungkap Dani.
Dani mengaku sebelumnya telah kembali mengajukan bantuan Rutilahu kepada pemerintah. Namun, karena pengajuan dilakukan menjelang akhir tahun, bantuan diperkirakan baru dapat diterima pada 2027.
Karena kondisi rumah semakin mengkhawatirkan, Dani khawatir bangunan tersebut keburu roboh sebelum bantuan pemerintah turun.
“Kaburu runtuh manten,” ujarnya.
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Egi Permana yang telah membantu memperbaiki rumahnya.
“Saya sangat berterima kasih. Rumah ini sekarang sudah diperbaiki dan jauh lebih aman,” katanya.
Egi menambahkan, setelah membantu memperbaiki rumah Dani, pemerintah desa melalui kepala dusun kembali mengajukan rumah warga lainnya yang membutuhkan bantuan karena mengalami kerusakan.
Menurut Egi, hal tersebut menjadi perhatian bersama agar warga yang tinggal di rumah dengan kondisi rawan dapat segera mendapatkan penanganan.
“Kalau ada warga yang memang membutuhkan dan kondisinya rusak, tentu akan kita lihat dan bantu semampunya,” pungkasnya. (tha)
Egi jaket kuning saat melihat progres rumah Abah Dani yang diperbaiki







