RADARSUMEDANG.id, BANDUNG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan grup musik angklung SMAIT Insan Sejahtera Sumedang. Tim kebanggaan Kabupaten Sumedang itu sukses mempertahankan gelar juara pertama dalam kompetisi angklung tingkat SMA se-Jawa Barat pada ajang Good Day Schoolicious – Harmony in Collaboration Vol. 4 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi SMAIT Insan Sejahtera yang berhasil menjadi juara pertama selama tiga tahun berturut-turut. Tim ini pun berhak membawa pulang piala bergilir untuk ketiga kalinya.
Babak grand final berlangsung di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026). Persaingan di babak grand final berlangsung ketat. SMAIT Insan Sejahtera Sumedang harus berhadapan dengan empat finalis lainnya, yakni SMA Negeri 5 Bandung, SMA 2 Pasundan Bandung, SMA Negeri 2 Kota Sukabumi, dan SMA Negeri Banjaran Kabupaten Bandung.
Kelima tim tersebut merupakan finalis yang berhasil melewati seleksi dari 15 SMA pilihan penyelenggara di Jawa Barat. Di tengah persaingan tersebut, tim angklung SMAIT Insan Sejahtera Sumedang kembali tampil gemilang dan sukses mempertahankan gelar juara pertama untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Kepala SMAIT Insan Sejahtera Sumedang, Hamidan, S.Si., Gr., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih anak didiknya. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi siswa dalam mengembangkan kemampuan bermusik sekaligus menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Keberhasilan mempertahankan gelar selama tiga tahun berturut-turut bukan perkara mudah. Selain membutuhkan keterampilan memainkan angklung, penampilan tim juga menuntut kekompakan, kedisiplinan, penghayatan musik, serta koordinasi yang baik antarpemain.

Pada ajang tahun ini, prestasi SMAIT Insan Sejahtera tidak hanya datang dari kategori utama kompetisi angklung. Salah seorang anggotanya, Nabila, juga berhasil meraih penghargaan sebagai konduktor terbaik. Sementara itu, Areta sukses menyabet juara kedua kategori solo singer.
Pembina Yayasan Mitra Insan Sejahtera, Hj. Yani Citraeni, SE., MPd., turut mengapresiasi keberhasilan para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan seni dan budaya.
Umi Yani, sapaannya, berharap keberhasilan tim angklung SMAIT Insan Sejahtera dapat menginspirasi pelajar lain di Sumedang dan Jawa Barat untuk terus berprestasi tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Apalagi, angklung merupakan instrumen musik tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia. Karena itu, prestasi di tingkat provinsi dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional.
Good Day Schoolicious 2026 sendiri menghadirkan beragam kompetisi dan pertunjukan seni. Selain kompetisi angklung tingkat SMA se-Jawa Barat, acara tersebut juga dimeriahkan kategori song cover serta modern dan traditional dance.
Sejumlah musisi dan komunitas seni turut memeriahkan acara puncak, di antaranya Fiersa Besari, Adrian Khalif, Stand Here Alone, DIA, serta Saung Angklung Udjo.
Bagi SMAIT Insan Sejahtera Sumedang, keberhasilan mempertahankan gelar juara selama tiga tahun beruntun menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus tantangan untuk terus menjaga kualitas penampilan pada kompetisi berikutnya.
Lebih dari sekadar piala, prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa seni tradisional dapat terus berkembang dan mendapat tempat di kalangan generasi muda melalui kreativitas, kerja sama, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Prestasi tim angklung SMAIT Insan Sejahtera Sumedang diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, serta turut mengharumkan nama daerah melalui seni dan budaya.(rik)





