Ada Program Peka dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Almarhum Yogi

oleh

RADARSUMEDANG.id — ​Pemda Sumedang menegaskan komitmennya untuk selalu hadir mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. ​Kedatangan Bupati Dony Ahmad Munir ke rumah duka bertujuan untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam sekaligus memberikan penguatan psikologis dan dukungan nyata bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan anak-anak almarhum.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) siap menyalurkan bantuan melalui Program Perempuan Kepala Keluarga (Peka) untuk membantu sang istri melanjutkan penghidupan secara mandiri.

​”Istrinya ditinggalkan suami seorang diri mengurus anak. Pemerintah hadir untuk itu, ada program Peka, setidaknya untuk melanjutkan hidup dan membiayai pendidikan anaknya. Dinas Pendidikan atas peristiwa ini juga akan membantu anak-anaknya meraih pendidikan,” kata Bupati Dony saat takziah ke rumah duka almarhum Yogi Saparudin, driver taksi online yang menjadi korban pembunuhan tragis di Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Jumat malam (16/10/2026).

​​Selain memberikan kepastian bantuan sosial dan pendidikan, Bupati Dony menegaskan bahwa Pemkab Sumedang terus bekerja keras untuk membuka dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Bupati menyampaikan imbauan umum dan pesan moral yang mendalam kepada seluruh warga masyarakat agar senantiasa menjaga kondusivitas serta nilai-nilai kemanusiaan.

​Bupati Dony berharap seluruh pihak aplikator transportasi berbasis aplikasi online dapat memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi mitra kerjanya. ​”Baru dua aplikator yang bisa merekam setiap perjalanan driver online melalui sistem yang dimilikinya, sehingga semua perjalanan dapat terpantau langsung di dashboard. Ini penting agar bisa dilakukan deteksi dini apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Bupati Dony.

​Selain mendorong evaluasi sistem keamanan dari pihak aplikator, Bupati juga mengimbau para pengemudi transportasi online untuk terus memperkuat komunikasi internal, baik dengan komunitas maupun sesama rekan profesi. ​”Segera memberikan informasi awal atau deteksi dini kepada rekan-rekan jika menemui hal yang mencurigakan. Dengan komunikasi dan informasi yang saling terhubung, para driver bisa saling menjaga satu sama lain. Terbukti, keberadaan mobil almarhum juga berhasil berkat ditemukannya kesiapsiagaan teman-temannya sesama driver taksi online,” ungkapnya.

Jika masyarakat menemukan hal yang mencurigakan atau ada potensi kriminalitas, silahkan langsung melapor ke layanan darurat 110 atau 112. “Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi keamanan warga,” katanya.(cwp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.