RADARSUMEDANG.id — Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), terkendala lahan. Hingga saat ini, ada 78 KDMP yang belum dibangun di Bandung Barat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) KBB, Sri Dustirawati, menjelaskan,dari total target 165 gerai, sebanyak 78 unit di antaranya belum terbangun akibat belum tersedianya lahan yang memenuhi persyaratan.
“Sebanyak 65 unit telah mencapai progres pembangunan 100 persen, sebanyak 22 unit masih dalam proses pembangunan, dan sebanyak 78 unit belum terbangun,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan lahan menjadi kendala utama dalam merealisasikan pembangunan puluhan gerai KDMP tersebut. Ketersediaan lahan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan lokasi, tetapi juga harus memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku.
“Lokasi pembangunan harus memiliki status lahan yang jelas, sesuai dengan persyaratan teknis, serta memperhatikan aspek keselamatan. Karena itu, penyediaan lahan yang memenuhi seluruh ketentuan menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan gerai KDMP,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, lanjut Sri, terus melakukan koordinasi dan fasilitasi untuk membantu mengatasi berbagai kendala tersebut. Pendampingan serta pemantauan juga dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pemkab Bandung Barat mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasionalisasi koperasi. Hingga saat ini, sebanyak 76 manajer telah ditempatkan di KDMP wilayah Bandung Barat,” katanya.
Penempatan manajer tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan berkelanjutan. Para manajer juga perlu mampu mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayah masing-masing, membangun kemitraan, mengelola risiko usaha, serta mengembangkan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk memperkuat kesiapan pengelola, Dinas Koperasi dan UMKM Bandung Barat juga telah melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta uji kompetensi bagi pengurus dan pengawas KDMP,” katanya.
Ia menilai, kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan operasional koperasi. Dengan pengelolaan yang baik, KDMP diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga mampu memperkuat usaha masyarakat dan menciptakan nilai tambah dari potensi ekonomi lokal.
“Pemkab Bandung Barat pun berkomitmen melanjutkan koordinasi, pendampingan, dan pemantauan sesuai kewenangannya agar pembangunan serta operasionalisasi KDMP dapat berjalan optimal,” tandasnya. (kro)







