RADARSUMEDANG.id — Sejumlah calon kepala desa di Kabupaten Sumedang menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak secara elektronik pada 28 Oktober 2026 mendatang.
Para calon juga menyatakan berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Deklarasi Damai Pilkades Serentak secara Elektronik Kabupaten Sumedang Tahun 2026 yang dipimpin Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen para calon agar pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dalam amanatnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan, deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan mengandung makna dan tanggung jawab moral yang harus dilaksanakan oleh seluruh calon kepala desa.
Menurutnya, sepuluh poin deklarasi yang telah dibacakan bersama harus menjadi pedoman bagi para calon dalam mengikuti setiap tahapan pemilihan. Komitmen tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar diterapkan hingga pelaksanaan pemungutan suara dan penetapan hasil.
“Deklarasi ini mengandung makna, konsekuensi, dan tanggung jawab moral bagi para calon kepala desa untuk melaksanakannya. Saya yakin Bapak dan Ibu dapat menjalankan komitmen tersebut dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati Dony.
Dony juga mengapresiasi seluruh calon kepala desa yang bersedia mengabdikan diri untuk memimpin, melayani masyarakat, serta memperjuangkan pembangunan di desa masing-masing.
Menurutnya, kesediaan untuk maju sebagai calon kepala desa merupakan bentuk pengabdian yang membutuhkan kesiapan, kerja keras, dan tanggung jawab besar terhadap masyarakat.
Ia mengingatkan agar seluruh calon berkompetisi secara sehat, saling menghormati, serta tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perbedaan pilihan, kata dia, harus disikapi secara dewasa dan tidak sampai mengorbankan persatuan masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan perpecahan di lingkungan desa. Persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” ujarnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan Pilkades elektronik juga disampaikan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang.
Organisasi tersebut menyatakan dukungan terhadap penerapan sistem pemungutan suara digital yang akan digunakan dalam Pilkades serentak mendatang.
Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sumedang, Hendarwan mengatakan, dukungan tersebut disampaikan setelah pihaknya memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan Pilkades elektronik dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang.
Yang mana pada awalnya sejumlah anggota ABPEDNAS sempat meragukan kelancaran pelaksanaan Pilkades digital. Namun, keraguan tersebut mulai terjawab setelah dilakukan audiensi dengan DPMD, disertai sosialisasi dan simulasi mengenai tata cara pemungutan suara.
“Setelah kami melakukan audiensi dengan pihak DPMD dan mendapatkan paparan, ditambah sosialisasi serta simulasi yang dilakukan secara masif, kami menyambut baik pelaksanaan Pilkades digital ini,” terang Hendarwan di sela-sela kegiatan deklarasi damai.
Menurut Hendarwan, sosialisasi juga diperkuat oleh para calon kepala desa yang turut menyebarluaskan video edukasi mengenai tata cara pemungutan suara digital kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pemahaman warga sebelum hari pemungutan suara.
Ia berharap, penyampaian informasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat memahami tahapan pemilihan, sehingga warga tidak kebingungan ketika menggunakan perangkat pemungutan suara elektronik di TPS.
Dengan semakin luasnya sosialisasi, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan lancar.
Para calon kepala desa juga diharapkan berperan aktif memberikan pemahaman kepada pendukung masing-masing agar pelaksanaan Pilkades berlangsung tertib dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Intinya kami yakin pilkades tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin desa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan mendorong pembangunan desa di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen oleh para calon kepala desa. Kegiatan tersebut juga diisi simulasi pemungutan suara secara digital di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan Pilkades elektronik. (jim)







