RADARSUMEDANG.id — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digital di 92 Desa di wilayah Kabupaten Sumedang 28 Oktober 2026 kemarin resmi berakhir dan menghasilkan 70,5 persen partisipasi pemilih.
Kendati demikian, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengakui bahwasanya ada sejumlah saran dan masukan yang perlu diperhatikan pada hajat Pilkades digital selanjutnya.
Dikatakan berdasarkan masukan dari para Camat, Dinas dan komponen masyarakat, pertama hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai waktu. Yang mana waktunya akan lebih baik kalau di hari libur bukan di hari kerja.
“Sebetulnya untuk di hari kerja ini sudah buat edaran Bupati, yang desanya ada Pilkades bisa diberikan dispensasi. Kemudian yang sekolah (17 tahun) bisa libur, yang bekerja juga bisa menyempatkan diri dan yang ada di luar Sumedang tidak bisa memilih,” kata Bupati Dony kepada sejumlah awak media.
Kedua lanjutnya, sistem digital pada pemungutan suara tidak dapat menjangkau pemilih yang betul-betul tidak bisa datang ke TPS.
Adapun angka partisipasi masyarakat 70,5 persen, bagi Sumedang yang pertama dinilai sudah bagus se-Indonesia. Bahkan saat hari pemungutan suara, banyak dari luar kota pun datang untuk sharing berbagi pengalaman segala aspek Pilkades digital.
“Jadi bagi yang sakit, lansia tidak bisa datang karena memang pemilihan harus tetap dilaksanakan di TPS. Karena selama ini perangkat digital yang dibutuhkan hanya ada di TPS, tidak bisa dibawa ke rumah,” ungkap Dony.
Dirinya pun berpesan kepada para kades yang menang kontestasi agar tidak jumawa dan merangkul seluruh calon.
“Persiapkan program kerja untuk melaksanakan pembangunan di desanya, layani masyarakat dan jadikan desa dibawah kepemimpinan yang baru menjadi desa yang terbaik.Para kades harus punya mimpi besar, berani mengambil keputusan menjadikan desanya tidak ada pengangguran, tidak ada stunting juga membangun kolaborasi antara pemerintah kecamatan dengan kabupaten,” ujarnya.
Tak lupa Bupati Dony juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital serentak.
Pasalnya pelaksanaan Pilkades Digital tersebut berjalan lancar dan kondusif berkat dukungan masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang, TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, serta berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), peran para kepala desa, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), aparat keamanan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RW dan RT, perangkat desa, camat, kepala dinas, hingga para wartawan yang turut mendukung jalannya pemilihan.
“Kepada seluruh pihak yang terlibat, terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian, bantuan, dan kerja samanya sehingga kegiatan ini berjalan dengan keamanan, damai, lancar, dan sukses. Termasuk kepada wartawan, terima kasih,” ucapnya.
Menurut Dony, penerapan sistem digital membuat proses pemilihan berlangsung lebih cepat. Setelah pemungutan suara, pleno dapat dilaksanakan pada sore hari dan hasilnya langsung dimasukkan ke portal.
“Dengan digital ini, siang hari sudah berbeda. Ada sore harinya pleno, kemudian langsung masuk ke portal mereka. Lebih indah, lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini sikap masyarakat yang tetap menjaga suasana damai pasca hasil pemilihan diketahui.
“Saya bersyukur, semuanya berkesan-kesan. Yang kalah, yang menang tidak sombong. Karena kita punya tugas untuk mengendalikan diri sendiri. Saya bersyukur ini berjalan dan ini sejarah bagi kita,” pungkas Dony. (jim)





