Menurutnya, upaya penemuan kasus tersebut dilakukan dengan cara melakukan penulusuran melalui setiap Puskesmas.
“Upaya case finding sebanyak-banyaknya bisa memutus mata rantai TBC karena kalau kasusnya sudah ditemukan langsung diobati hingga tuntas.
Dengan cara seperti itu, kata Aep, penularan penyakit TBC bisa diminimalisir. Namun, jika case finding sebanyak-banyaknya terus ditingkatkan, konsekuensinya jumlah kasus juga akan bertambah.
“Tapi upaya itu efektif untuk memutus mata rantai TBC, karena tidak ada lagi yang akan menularkan. Tapi dengan case finding bukan tidak mungkin juga angkanya akan bertambah,” kata Aep.
Ia mengatakan, jika melihat data pada tahun 2019 dan tahun 2020, memang tren kasusnya menurun, tetapi bukan tidak mungkin dengan case finding yang dilakukan jumlahnya akan terus bertambah.
“Karena sekarang kan belum sampai ke akhir tahun. Jadi kemungkinannya bisa turun bisa naik (dari tahun 2019) tergantung penemuan kasusnya,” ucapnya.
Menurutnya, selain dengan upaya penemuan kasus, peningkatan dan penurunan jumlah kasus tersebut tergantung kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan terutama penderinyanya.(gun)






