RADARSUMEDANG.ID – Para pengusaha tahu di Sumedang memastikan tidak akan melakukan mogok produksi, meski saat ini harga bahan baku tahu, yakni kacang kedelai mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Mereka beralasan takut kehilangan pelanggan, dan memikirkan nasib karyawan jika tidak produksi.
Pengusaha tahu kuning kuning di Lingkungan Andir Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Enah (53) mengatakan, jika mogok produksi mereka dipastikan tidak akan punya penghasilan, sehingga tidak bisa membayar upah karyawan.
Alasan lainnya, berdasarkan hasil rapat dengan para pengusaha tahu di Sumedang, sudah sepakat bahwa mereka akan kompak tidak akan melakukan aksi mogok produksi seperti di daerah yang lain
“Kekompakan semuanya (besok) enggak akan ada yang libur (mogok produksi), hanya rapat doang,” ujarnya, Kamis (27/5).
Atas hal tersebut, pabrik tahu miliknya akan tetap produksi meskipun harga kedelai saat ini mahal dan sangat berdampak terhadap penghasilannya karena kenaikan harga kedelai ini sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu.
“Harapan ibu semoga harga kedelai turun karena kalau kondisi sekarang ibu keberatan, naik lagi, naik lagi,” katanya.
Untuk saat ini, kata Enah, dirinya membeli kacang kedelai dengan harga Rp 1,1 juta per kuintal, padahal harganya normalnya hanya Rp 700 ribu per kuintal, sehingga kenaikan harga ini sangat memberatkan para pengusaha tahu di Sumedang.
Pemilik Pabrik Tahu Sari Asih asal Kecamatan Pamulihan, Deni Mulyawan (45), mengatakan, untuk pengusaha tahu di wilayah Pamulihan dan Tanjungsari memang sudah ada yang mogok produksi sejak beberapa hari yang lalu.
“Tapi sampai sekarang masih ada yang tetap produksi. Jadi terkait (informasi) besok mogok produksi, kalau di Sumedang hanya sebagian. Jadi ada yang tetap produksi dan ada juga yang tidak,” ujarnya saat dihubungi.
Ia mengakui, bahwa kenaikan harga kedelai yang terjadi sejak beberapa bulan yang lalu ini, memang memberatkan para pengusaha tahu Sumedang, tetapi selama itu pula mereka masih tetap bertahan untuk produksi.
“Harga kedelai sekarang kalau dihitung per kilogram Rp 11 ribu, asalnya hanya Rp 7 ribu per kilogram. Tapi meski harganya mahal, sebagain pengusaha tetap akan produksi,” ucap Deni.
Atas kondisi ini, para pengusaha tahu berharap ada langkah dari pemerintah guna menstabilkan kembali harga kacang kedelai. (gun)





