RADARSUMEDANG.ID – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir kembali menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan di masa pandemi. Hal ini dikatakan bupati menyusul sempat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang, dimana pada Rabu (9/6) sore terjadi kasus positif hingga 18 orang.
“Saya mohon, ini tahun kedua kita menghadapi covid, saya merasakan kita sudah lelah, tapi covid masih ada, kita semua jangan kendor tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata bupati, usai mengisi acara seminar di salah satu perguruan tinggi, Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara, Kamis (10/6).
Bupati meminta masyarakat tidak melonggarkan prokes, memakai masker, menjaga jarak, cuci tangan memakai sabun, hindari kerumunan, dan membatasi mobilitas sosial.
Menurut Dony, lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena ada pemudik yang lolos saat momen Idulfitri lalu. Kemudian masyarakat yang kendor dalam menjalankan prokes.
“Sekarang kami ketatkan lagi prokes-nya, walaupun ada masyarakat sudah lelah, saya yakin. Tapi inilah yang harus kita hadapi, harus kita selesaikan,” ujarnya.
Tak sampai disitu, Dony juga menginstruksikan kepada semua SKPD untuk kembali menerapkan work from home (WFH) dengan skala yang lebih kecil. Kemudian melakukan pengetatan di wilayah perbatasan.
“Yang jelas kami sedang berupaya keras mobilisasi modal sosial dan modal birokrasi kami untuk bersama displin menerapkan protokol kesehatan dan melakukan tracing, testing dan treatment, dan sistem kesehatan juga dijaga dan dipenuhi,” tuturnya.
Saat ini, kata Dony, rasio tempat tidur di RSUD Sumedang, antara yang dipakai dengan yang tidak masih dibawah 50 persen. Meski demikian, pihaknya akan membuat skema-skema terhadap kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk kembali melonjaknya angka kasus Covid-19.
“Saat ini kami sedang menunggu hasil tes 500 orang dari hasil tracing, testing, treatment. Kami khawatir juga tetangga kami seperti Kota Bandung ini sudah tinggi angka kasusnya, jadi betul betul akan kami siagakan juga diperbatasan,” ucapnya. (gun)







