RADARSUMEDANG.ID – Semakin melonjaknya kasus positif Covid-19 membuat ruang isolasi Covid di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang penuh, bahkan melebihi kapasitas bed. Akibatnya, IGD rumah sakit untuk sementara hanya menerima pasien Covid rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dan pasien Covid yang sudah membawa hasil rapid antigen.
Direktur RSUD Sumedang, Aceng Solehudin menuturkan, RSUD Sumedang saat ini dipenuhi oleh pasien suspek Covid-19 yang hasil tes antigennya reaktif, dan ada gejala baik ringan maupun berat. Atas kondisi ini pihaknya tidak bisa menolak pasien-pasien tersebut.
“Harusnya pasien-pasien ini dijemput oleh layanan 119, tapi ini banyak yang datang pakai kendaraan umum, ini tentunya sangat berbahaya karena berpotensi penularan,” kata Aceng, Kamis (17/6).
Dari 72 bed yang disiapkan di ruang isolasi Covid, dan 18 bed di ruang suspek Covid, kata Aceng, namun pada Rabu (16/6) ada 80 pasien positif Covid-19.
“Pada saat kemarin disaat ruangan IGD penuh, dan IGD yang diatas juga oenuh, sehingga yang pasien yang reaktif Covid kami tempatkan di bawah (IGD umum),” katanya.
Atas kondisi itu, pihaknya tidak ingin mencampur pasien suspek Covid-19 dengan pasien umum, sehingga tim penanganan Covid RSUD melakukan koordinasi dengan RSU Pakuwon, untuk melakukan skrining pasien suspek Covid-19.
“Jadi pasien umum yang tidak membawa hasil antigen kami arahkan ke rumah sakit swasta tersebut, kalau hasilnya positif maka dikembalikan ke kami, kalau negatif bisa dirawat di rumah sakit swasta,” ujarnya.
Sehingga, Aceng menjelaskan, saat ini IGD RSUD Sumedang tidak menerima pasien umum yang belum dipastikan terpapar Covid-19.
“Karena kami sudah bekerjasama dengan swasta, yang tidak menerima hanya IGD saja, kalau poli klinik berjalan seperi biasa, perawatan berjalan seperti biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman memastikan tidak akan menutup layanan instalasi gawat darurat (IGD) di Puskesmas, menyusul melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang. Meski ada sejumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, namun layanan IGD di semua Puskesmas tidak akan ditutup.
“Jadi IGD itu bukan hanya di rumah sakit saja, kami juga siapkan di 35 Puskesmas, jadi tidak akan ada penutupan IGD,” kata Dadang.
Dadang menggambarkan, ada sejumlah nakes di Puskesmas Conggeang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab tes, namun masih membuka layanan.
“Kalaupun banyak nakes yang positif maka kami limpahkan dari Puskesmas yang satu ke Puskesmas yang lainnya, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan,” ucapnya. (gun)





