RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh semua kalangan. Lantaran, adanya kebijakan pemerintah menanggulangi virus ganas itu, membuat aktivitas masyarakat termasuk pelaku usaha dibatasi.
Kondisi sulit berkepanjangan membuat pelaku usaha rumahan yakni pengerajin Popor Senapan Angin, di Dusun Cikeuyeup Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor harus mengurangi jumlah produksi karena sepinya permintaan.
“Dampak virus corona yang tak kunjung usai, sangat dirasakan terhadap keberlangsungan produksi, hal ini terasa dengan minimnya permintaan sehingga berdampak terhadap jumlah produksi,” ucap Pengerajin Popor Senapan Angin, Dudung.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumedang Herman Habibullah mengaku bahwa kerajinan popor ini merupakan sebuah ekosistem sehingga tidak berdiri sendiri.
“Saat saya berkunjung dan melihat proses pembuatan kerajinan popor, mendengar keluh kesah para pengrajin ditengah pendemi covid saat ini, membuat saya merasakan keprihatinan, mudah-mudahan virus corona cepat berlalu,” ucapnya kepada Radar Sumedang. Sabtu (26/06).
Herman menjelaskan, hasil karya pengrajin popor ini biasa dijual ke pengrajin senapan diwilayah Desa Cikeruh dan Cipacing. Tetapi sejak adanya pandemi para pengrajin senapan mengurangi bahkan menghentikan pemesanan popor buatannya.
“Kondisi ini mendorong para pengrajin popor termasuk Pak Dudung untuk berupaya mencari pengerajin senapan di daerah lain dan alhamdulillah sedikit demi sedikit pemesanan karyanya bisa berjalan,” tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, kata ia, harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan UMKM dan Koperasi membangun ekosistem usaha kecil yang sehat. Sebab, sudah merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk ikut membantu pelaku usaha tersebut.
“Melalui program-programnya agar perjalanan usaha kecil dari hulu ke hilir dapat berjalan stabil terutama di masa pandemi seperti sekarang. Karena sebagian besar perputaran ekonomi di Indonesia bergerak di sektor real yang salah satu pelakunya adalah usaha kecil di masyarakat,” ucapnya.
Perhatian dari pemerintah mengatasi persoalan tersebut, lanjut ia, tentunya sangat perlu dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi ekonomi di Indonesia yang stabil dan berkelanjutan dengan sangat memperhitungkan ketahanan usaha sampai antar generasi. (tha).





