Seorang CPNS di Disparbudpora Sumedang Ini Meninggal Saat Isoman di Kamar Kos

oleh

RADARSUMEDANG.ID – Kabar duka datang dari salah satu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Sumedang berinisial DN (27).

Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang Dr. Iwa Kuswaeri membenarkan akan hal itu.

Menurutnya, yang bersangkutan meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri di kamar kosnya di sekitar Lingkungan Anggrek.

“Yang bersangkutan meninggal dunia pada Kamis (1/7) pagi sekitar jam 07.30 WIB. Hari ini sudah ditangani oleh Puskesmas terdekat dengan penjemputan menggunakan ambulance di rumah kosnya,” kata Iwa kepada wartawan, Kamis (1/7).

Semula berdasarkan informasi lanjut Iwa, per hari sabtu (26/6) kemarin, pria berjenis kelamin laki-laki itu melakukan Tes Antigen dengan hasil reaktif sehingga langsung melakukan isoman. Hingga pada hari Senin (28/6) melalui jejaring WhatsApp, dirinya mengeluhkan sakit kepada rekan-rekannya.

“Hari Senin itu, Almarhum menjawab kalau dari hari jumat sudah tidak mengalami panas lagi, tinggal batuknya saja. Namun, pada hari Rabu 30 Juni Almarhum mengeluhkan di grup WA merasa lemas. Setelah ditanya sama rekan di grup WA almarhum sudah tidak membalas pesan lagi,” ujarnya.

Iwa menyebutkan, almarhum diketahui bertempat tinggal di Bandung. Meskipun dirinya juga mempunyai keluarga di sekitar Desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan. “Almarhum dimakamkan di Cipancar dengan protokol kesehatan,” sebut Iwa.

Terpisah Sekretaris Disparbupora Kabupaten Sumedang, Asep Rahmat menuturkan, bahwa para pegawai di Disparbupora dibuat kaget. Terlebih beberapa hari kebelakang almarhum mengeluhkan sakit.

Kata Asep, almarhum merupakan salah satu CPNS yang sedang menjalani orientasi di bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf).

“Posisi kemarin kami membimbing beliau, tapi sebatas secara online. Bahkan kita sampaikan kepada penguji bahwa beliau sedang sakit, karena dari bicaranya juga sudah terbata-bata. Jujur saja kami kaget bersama rekan-rekan di kantor karena harus kami sampaikan bahwa beliau sudah meninggal dunia,” tuturnya seraya berkata Covid itu ada.

“Jadi awalnya itu informasi dari rekannya, beliau jatuh sakit dan dia diperiksa ternyata positif Covid-19 sehingga saya sarankan untuk isoman,” tambahnya.

Walhasil Kamis (1/7) kemarin, pihaknya telah menyemprotkan disinfektan ke setiap ruangan di Disparbupora. Meskipun diakuinya sejak Rabu (30/6) kemarin Disparbupora juga tidak menerima tatap muka.

“Saya ingatkan Prokes dijalankan dan anjuran pemerintah harus dilaksanakan. Karena varian baru yang sekarang ini luar biasa menyerangnya. Karena pada kenyataannya rekan kita ada beberapa orang yang diperiksa, dan hampir 5 orang yang positif,” katanya seraya berkata Disparbudpora masuk klaster perkantoran. (jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.