RADARSUMEDANG.ID – Banyak warga Sumedang yang tengah melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) membutuhkan Oksigen. Namun demikian mereka kesulitan untuk mendapatkan Oksigen medis dimaksud.
Termasuk diantaranya Puskesmas yang kerap membeli dari agen oksigen yang ada di Sumedang juga mengalami kesulitan karena stok di agen (tempat isi ulang) tersebut sudah habis dalam beberapa hari ini.
Hal tersebut dibenarkan oleh Agus, pemilik Isi Ulang Oksigen UD Adang Ginanjar Gas yang berada di Jl. Tampomas Ketib Sumedang. Menurutnya, Oksigen cair yang selama pandemi ini banyak dibutuhkan kerap kehabisan stok. Malah sudah 3 hari belakangan, kata Agus, sudah kehabisan dan belum mendapatkan kiriman lagi.
Ternyata Oksigen yang diterimanya dari pabrik, pihak pabriknya juga mengalami kehabisan stok. Bahkan Agus sudah menghubungi sejumlah pabrik oksigen juga mengalami kekosongan stok. Padahal di tempatnya berjualan oksigen, puluhan tabung yang dititipkan konsumen sudah menumpuk untuk diisi oksigen.
Agus menyarankan kepada pemerintah terutama Pemprov Jabar untuk bisa mengamankan stok oksigen dipabrik pabrik oksigen yang ada di Jawa barat ini. Dan yang membutuhkan oksigen bukan hanya rumah sakit saja seperti RSUD tapi juga puskesmas-puskesmas yang melakukan perawatan pasien Covid 19 yang bergejala sedang dan warga yang melakukan Isoman dirumah pun ada yang membutuhkan oksigen.
Seperti yang dilihat Radar Sumedang di tempat pengisian oksigen nampak berjajar tabung oksigen dari mulai yang kecil hingga ukuran tabung 6 M3 menunggu untuk diisi ulang Oksigen ditempat Agus.
Agus juga sempat diminta pendapat oleh Perindag Pemprov Jabar. Dia mengusulkan supaya pihak Pemprov Jabar mengamankan pendistribusian cairan oksigen untuk pabrik pabrik pengisian O2 di Jawa Barat. “Kalau gak gitu susah. Kalau O2 ke pabrik lancar, Insya Allah isi ulang disetiap tempat isi ulang juga bakal lancar. Tinggal political will dari Pemprov. Jangan banyak pemain,” ujarnya.
Dijelaskan Agus, jika dia hari ini (Sabtu, 17/7) diberi O2 oleh pabrik di Majalenhka dan Subang. Namun harus ada surat rekomendasi dari dari Direktur RSU Sumedang. “Saya mengisi kebutuhan O2 puskesmas dan Rumah Titirah Simpati (RTS). Tapi pihak yang bersangkutan belum bisa dihubungi” pungkasnya.(cwp)






