RADARSUMEDANG.ID – Jutaan manfaat yang dihadirkan oleh program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bukanlah hanya isapan jempol belaka. Di tahun ke-8 penyelenggaraan Program JKN-KIS, telah banyak peserta yang telah merasakan manfaat yang dihadirkan dalam program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu. Salah satunya yaitu Tati Nurhayati (38), warga dusun Pongpok Paseh Kab Sumedang.
Dirinya tak menyangka bahwa rutinitas pengobatan yang harus ia jalani seluruhnya dijamin Program JKN-KIS. Dirinya yang hanya bekerja sebagai pedagang kelontongan ini harus rela setiap minggunya harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya.
“Sudah ratusan kali kalau dihitung dari tahun 2016 lalu, hari-hari saya memang terasa berat awalnya, anak saya meninggal 2 bulan yang lalu. Saya terus berdo’a supaya diberi kesabaran, juga atas penyakit yang diderita. Saya selalu yakin semua ujian ini pasti ada hikmahnya,” ungkap Tati Nurhayati, Rabu (25/08).
Sejak saat itu, kondisi Tati memang sering naik turun. Ia sempat dilarikan ke RSUD Sumedang lantaran butuh transfusi darah yang berlebih. Beruntung semua perawatannya telah terjamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3, tak ada sepeser pun biaya yang ia bayarkan.
“Yang sering saya rasakan waktu itu punggung saya terasa sakit. Sempat merasakan mual dan kondisi badan saya lemas. Awalnya ke Klinik Pembina Sehat Paseh, cuma karena butuh perawatan lebih, dokter merujuk saya ke RSUD Sumedang. Alhamdulillah, semuanya gratis. Saya cuma mengandalkan kartu BPJS (JKN-KIS) waktu itu. Saya gak tahu lagi harus bayar bagaimana karena biayanya sudah pasti puluhan juta,” ungkapnya.
Dalam perjalannya, Tati semakin membaik kondisinya. Meskipun ia sadar tak akan bisa lepas dari layanan cuci darah, setidaknya masih ada percikan semangat yang membuat dirinya lega. Ia bersyukur adanya program JKN-KIS saat ini bisa memperpanjang nafasnya hingga kini. Tercatat, ia sudah menjadi Peserta JKN-KIS sejak 2014 silam. Besar harapannya agar program BPJS Kesehatan ini bisa berlanjut dan terus berkembang.
“Yang pasti saya bersyukur ada BPJS Kesehatan. Programnya membantu sekali, saya bisa cuci darah dengan tenang. Mungkin sudah ratusan kali tapi pelayanan di rumah sakit tetap nyaman. Tidak pernah sekalipun saya harus membayar, semuanya gratis. Program (JKN-KIS) ini harus terus ada karena memang manfaatnya yang luar biasa. Apalagi biaya cuci darah yang tergolong mahal bisa lebih ringan karena ada BPJS Kesehatan,” harapnya. (BS/A)





