RADARSUMEDANG.ID, DARMARAJA – Warga Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja, mengalami krisis air bersih sejak sebulan yang lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga pun harus membelinya.
Salah seorang warga, Mia Anjani mengatakan, wilayah Ciduging setiap tahunnya, ketika memasuki kemarau kerap terjadi kirisik air. Sumur dengan kedalaman hampir 15 meter pun selalu kering, ketika musim kemarau.
“Warga Ciduging memang kebanyakan memiliki sumur di rumah masing-masing tapi semua sama kalau kemarau ya kering,” ujarnya, Minggu (5/9).
Mia menyatakan, setiap tahunnya, pada musim kemarau harus siap menyisihkan uang untuk membeli air.
Kondisi krisis air bersih di wilayah Ciduging langsung mendapat perhatian dari sejumlah relawan. Pada Minggu kemarin, sekitar 6 tangki air bersih disalurkan ke warga Ciduging.
“Alhamdulillah jadi hari ini tidak beli air untuk segala kebutuhan,” kata Mia.
Warga lainnya, Iis (50) menyebutkan krisis air bersih di wilayahnya disebabkan karena kemarau. Sehingga sumber mata air dan air sumur mengering.
“Dari sebulan lalu memang sudah susah air. Padahal pernah hujan. Biasanya kami menggunakan air sumur, sekarang air sumur benar-benar kering,” katanya.
Iis menambahkan, biasanya,ketika sumur mengalami kekeringan, warga di Ciduging mengambil air diri sumber mata air yang tak jauh dari wilayahnya.
“Tapi sekarang sumber mata air juga kering, ya untuk mendapatkan air bersih semakin sulit,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terpaksa membeli air dari penyedia dadakan. Dalam sehari, Iis mengaku membeli dua jerigen air seharga Rp 10.000. Jika masih dirasa kurang, ia bisa membeli hingga empat jerigen per hari.
“Untuk mencuci, mandi dan kebutuhan lainnya kami beli air jerigen, untuk minum beli galonan,” ucapnya.
Sulitnya air bersih, kata Iis, berdampak pada terhambatnya aktivitas. Keluarganya terpaksa menghemat air agar tidak terlalu banyak biaya yang dikeluarkan.
“Untuk mandi aja tidak berani menghabiskan air terlalu banyak,” katanya lagi. (gun)







