KOTA, RADARSUMEDANG.ID–Setelah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bertahap dan terbatas, Madrasah Aliyah Plus Al Munir Sumedang menggelar pembekalan kepada guru dan tenaga kependidikan sekaligus evaluasi PTM, Rabu (8/9/2021) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala MA Plus Al Munir Sumedang H Budiman, S.Pd, MM mengatakan telah melakukan evaluasi PTM bertahap dan terbatas sebagai tindak lanjut dari pelaksananan instruksi Bupati Sumedang dalam pelaksanaan PTM secara bertahap dan terbatas.
“Selama sepekan melaksanakan PTM bertahap dan terbatas dengan tetap menerapkan prokes yang ketat dari mulai guru, siswa, dan tenaga kependidikan. Alhamdulillah selama PTM tidak ada kejadian atau terpapar virus Covid-19, insya Alloh lancar, aman dan terkendali,” ujar H Budiman.
Untuk tindak lanjut pelaksanaan PTM berikutnya, pihak madrasah akan terus mempertahankan yang sudah terlaksana dengan baik seperti penerapan prokes 3M dan 5M dari seluruh warga madrasah.
“Dan tentu saja memperbaiki beberapa hal yang masih dirasa kurang dalam pelaksanaan PTM bertahap dan terbatas ini,” tukasnya.
H Budiman menjelaskan dalam pelaksanaan PTM di MA Plus Al Munir menerapkan sistem shift atau pembagian waktu PTM. Pada minggu pertama PTM diperuntukkan bagi kelas X, minggu berikutnya belajar dari rumah (BDR).
“PTM pada minggu berikutnya untuk kelas XI, begitu seterusnya sampai menunggu instruksi lebih lanjut,” ungkap H Budiman, di sela-sela pembekalan.
MA Plus Al Munir juga telah melaksanakan PTM dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. “Kesiapan melaksanakan prokes dengan telah dibentuknya Satgas Covid-19 tingkat madrasah yang berkoordinasi dengan berbagai pihak lainnya yang berkepentingan,” bebernya.
Dari sisi sarana prasarana, sambung Budiman, madrasah sudah dilengkapi kebutuhan sapras yang memadai dan sesuai dengan prokes seperti tempat cuci tangan, ketersediaan handsanitizer, face shield, masker, poster dan spanduk sosialisasi prokes, dan lainnya.
Sementara itu dari sisi kurikulum belajar, MA Plus Al Munir Sumedang mengadopsi modul belajar dari Kemendikbud dan Kemenag yang disusun untuk digunakan di masa pandemi. “Guru-guru disarankan menggunakan modul belajar yang dianjurkan Kemendikbud dan Kemenag yang disederhanakan,” tandasnya.
Sementara itu, Pengawas Pembina MA Plus Al Munir Sumedang Drs. H. Abdul Ajid, MAg yang bertindak sebagai narasumber dalam pembekalan guru-guru, mengatakan sekian lama para guru menghadapi situasi pandemi akan banyak berpengaruh dengan menurunnya tingkat motivasi dalam mengajar.
“Maka kesempatan-kesempatan seperti bisa dijadikan sarana untuk membangkitkan kembali motivasi guru. Yang terpenting kami berpesan agar para guru tetap disiplin menyiapkan perangkat pembelajaran, sebab perangkat pembelajaran itu menjadi senjata guru dalam mengajar. Baik buruknya hasil belajar ditentukan senjata mengajarnya yaitu kelengkapan perangkat pembelajaran,” tandas H Abdul Ajid.
Di sesi akhir pembekalan Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Jawa Barat ini memberikan workshop kepada para guru untuk menyusun Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Pada prinsipnya EDM adalah penilaian yang dilakukan oleh warga madrasah itu sendiri dengan penuh kesadaran dan kejujuran yang akan digunakan oleh madrasah itu sendiri untuk perbaikan mutu pendidikan.
“Penyusunan EDM oleh tim yang dibentuk madrasah tersebut ditujukan untuk mengetahui kriteria level madrasah. Ya harapannya bisa masuk level 1 sampai 3 jangan,” pungkasnya. (rik)






