RADARSUMEDANG.ID – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora) masih melakukan pendataan kepada seluruh pelaku wisata yang masih belum melengkapi penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE).
Kepala Disparbupora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa mengatakan, meski saat ini tren kasus positif Covid-19 di Sumedang terus menunjukkan penurunan. Namun pihaknya tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan untuk membuka kembali tempat wisata.
Tren masuk ke tempat wisata saat ini kata Hari sebagaimana yang diamanatkan oleh Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi ‘PeduliLindungi. Selain itu harus disiapkan antigen di tempat wisata, karena pasti di destinasi juga ada screening. Kemudian agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE,” kata Hari kepada Radar Sumedang, Senin (20/9).
Sejauh ini kata Hari, ada satu destinasi wisata yang sudah mengantongi CHSE yaitu, Kampung Karuhun yang berada di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
“Ya betul di kita baru Kampung Karuhun saja, mungkin saja bisa jadi uji coba pada saat nanti wisata dibuka. Sambil berjalan, kita juga mendorong destinasi wisata lainnya agar bisa mengantongi CHSE,” ujarnya.
Dengan demikian, saat ini lanjut Hari, pihaknya masih melakukan pembahasan secara mendalam untuk menentukan langkah-langkah kedepannya berkaitan dengan pembukaan tempat wisata.
“Nanti hari Rabu kita ada pelatihan yang diinisiasi oleh pelaku usaha wisata dari ( PHRI) dan pendampingan juga dari Disparbudpora,” katanya. (jim)





